ENTERTAINMENT

DJ Shadow: The Adventure of David Lynch and Hip Hop

November, 9th 2011 |  by  Rully Annash  | Comments: 0

Pada sebuah malam yang anget, kami datang ke Senayan City. Di sana, DJ Shadow sedang makan malam sebelum main di Equinox buat ulang tahun JUICE. Kami ngobrol dengan pria yang dikenal sebagai mamang-nya trip hop dan produsernya UNKLE. 

Foto: Apung Foto: Apung

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Bagaimana ceritanya bisa mengajak Afrikan Boy nyanyi di “I’m Excited”?
Ya, biasalah. Gue bikin beat musiknya. Lalu, orang label bilang, “Gimana kalo diisi vokal sama Afrikan Boy?” Awalnya, gue masih belum yakin bakal oke atau nggak. Tapi, orang label tetap memberi track tersebut ke Afrikan Boy buat di-take. Begitu hasilnya gue dengar, gue langsung suka sama apa yang dikerjakan Afrikan Boy.

Pendapat Anda tentang hip hop saat ini?
Apa yang sedang terjadi dengan hip hop saat ini pasti juga sedang terjadi pada genre musik lain. Maksud gue begini, karena bisnis musik lagi turun, semua orang berusaha untuk jadi “pop”. Kalo nggak, mati. Dan, buat gue, hip hop sekarang jadi menyusut banget. Nggak banyak pilihan. Gue bosan dengerin hip hop yang sama semua sekarang ini. Dari beat, sampai tongkrongannya. Mungkin hal itu yang menjual saat ini. Dulu itu ada B Legit, Dan The Automator, dan MC-MC jalanan yang memang beda-beda serta merepresentasikan arti hip hop yang sebenernya. Tapi, sekarang? Semuanya kayak melebur jadi satu!

Banyak yang menyebut genre musik Anda trip hop. Ada juga yang bilang abstract hop. Anda sendiri menyebutnya apa?
Loe tahu David Lynch, nggak? Nah, loe nggak bisa, kan, mendeskripsikan genre film buatan dia? Orang bilang, film David Lynch genrenya science fiction, western, atau apalah. Tapi, orang nggak bisa bikin sebuah kesamaan untuk genre film dia, 'kan? Nah, begitu juga buat genre musik gue. Karena gue suka berbagai jenis musik, gue sendiri jadi nggak begitu peduli sama label jenis musik.

Siapa aja yang menginspirasi Anda?
Afrika Bambaataa dan Grand Master Flash, karena memang gue mendengarkan mereka dari dulu. Salah satu album hip hop yang pertama kali gue beli adalah The Adventures of Grandmaster Flash on the Wheels of Steel-nya Grand Master Flash. Di situ ada disko, rock, dan jenis-jenis musik lain. Dan, kalau dihitung sampai saat ini, album itu sudah berumur hampir 30 tahun. Hebatnya, album itu tetap keren walaupun loe dengerin saat ini. Gue ingin bikin album kayak gitu. Intinya adalah, iya gue terinspirasi mereka. Cuma, gue nggak mau jadi imitasi mereka.

Masih pake AKAI MPC?
Oh, sudah nggak. Gue merasa sudah nggak ada alasan lagi untuk tetap pakai alat itu. Sekarang sudah ada beberapa peralatan yang bisa ngontrol sample-sample sound tersebut. Sama kayak kalau loe pakai MPC. Tapi, sample-sample itu nggak bakal hilang karena bisa loe save ke komputer.

Anda pakai software apa sekarang?
Sekarang, gue sering pakai Maschine Native Instrument. Oh iya, gue pakai Ableton juga, kok. Tapi, cuma buat live show, bukan buat bikin lagu atau rekaman.

Waktu pertama kali dengar “I Gotta Rock” yang Metal Madness di YouTube, kami ingat band Krautrock, Neu!. Anda suka sama mereka?
Iya banget! Seperti yang sudah gue bilang tadi, gue suka berbagai jenis musik. Dan, gue coba untuk jujur sama semua band dan musisi yang gue suka ataupun yang nggak suka dalam output musik gue.

UNKLE apa kabar?
UNKLE itu sebenarnya gimana James Lavelle, karena dia yang menentukan siapa yang bakal diajak kolaborasi. Tapi, jujur aja, gue memang lagi sering nongkrong sama dia akhir-akhir ini. Mungkin kami bakal bikin sesuatu dalam waktu dekat ini. Tunggu aja, ya!

Fast Track:
www.djshadow.com

 

Contact the writer at rully.annash@mediasatu.com
Follo him on Twitter

Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.