FACES OF JAKARTA

Hardy Krisna Murti (30)

November, 10th 2011 |  by  Hanindyo Suropati  | Comments: 1

Jakarta semakin ramai penduduk dan semakin sempit lapangan pekerjaan yang ada. Bila tidak pandai melihat kesempatan, semakin sulitlah mencari pekerjaan. Berikut hasil bincang-bincang dengan entrepreneuer di bidang konveksi dan sablon kaus.

Awal ceritanya hingga bisa memilih menjadikan konveksi dan sablon kaos sebagai mata pencarian?
Berawal dari buka distro Rockafella (2003-2005). Di sana, gue belajar manajemen bareng teman-teman, kemudian bubar. Memang basic-nya gue pencinta kaus. Jadi, gue mempelajari cara memproduksinya, karena saat itu di Jakarta agak sulit mencari tempat produksi yang sesuai dengan konsep non mass production.

Mulai turun di bidang konveksi secara total sejak kapan?
Pada pertengahan 2005, awalnya masih memakai 2 meja sablon screen kayu dengan teknik catok, untuk jahitan masih kita oper ke penjahit lain. Karena banyak menunggu dari penjahit lain yang menyebabkan orderan telat, akhirnya gue mulai menyediakan mesin jahit dan mesin obras. Saat ini, gue sudah punya meja sablon yang bisa menghasilkan 6 lusin kaos, mesin rotary, alat press.

Anda memiliki semua peralatan sendiri dari mesin sablon hingga penjahit. Apakah Anda memiliki produk sendiri?
Ya. Iconic Kids (khusus popok bayi), Goodfellas Street Wear (clothing line & merchandise band), dan satu lagi Sticker Angkot. Yang terakhir konsepnya ingin, seperti Dagadu, cuma desainnya seperti stiker-stiker di angkot. Terus terang kita lebih mengutamakan produk kita sendiri, karena passion gue memang memproduksi barang itu sendiri, baru setelah itu menerima pesanan sablon dari luar.

Apa latar belakang pendidikan Anda dan apa yang menginspirasi Anda untuk turun di dunia sablon dan konveksi ini?
S1 Desain Komunikasi Visual Trisakti. Gue terinspirasi dari sebuah liputan di TV, ada seorang perempuan punk rocker di luar negeri yang pekerjaan sehari-harinya hanya datang ke kantor untuk mendesain sebuah kaus. Menurut gue, pekerjaan yang keren, santai, dan tidak terikat. Alhamdulillah jalannya kebuka untuk ke situ.

Berapa jumlah karyawan Anda dan berapa pendapatan dalam sebulan?
Gue menyebutnya partner, berjumlah 9 orang (5 untuk sablon, 3 penjahit, dan 1 administrasi). Untuk pendapatan cukuplah untuk membayar partner dan menghidupi dapur.

Jakarta di mata Anda?
Gue cinta Jakarta dengan kelebihan dan kekurangannya.

 

Contact the writer at hanindyo.suropati@mediasatu.com
Follow him on Twitter

Comments

moel ekek

April, 29th 2012

gwe setuju kerja sama ama bosss gwe minat bngt soalnya gw juga bru buka distro di daerah purwakarta

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.