Merc G55 AMG: It’s G..!
November, 14th 2011 | by Andi Wahyudi | Comments: 0
Inilah SUV yang lahir dari pengalaman panjang sejarah. Tuner AMG kemudian melengkapinya dengan peforma yang menggedor adrenalin. Andi Wahyudi berteriak keras.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Oke, mungkin saya agak sedikit berlebihan, tapi saya yakin apa yang ditulis dalam artikel ini akan mendapat persetujuan dari Anda, setidaknya Anda akan mendapatkan informasi yang paten. Dan rasanya Anda harus setuju, sebab Mercedes-Benz juga bukan tanpa alasan ketika sepakat melempar varian G-Classnya untuk dioprek oleh tuner resmi mereka, AMG. Simsalabim!
Merc G55 AMG adalah buah hasil “kenakalan” insinyur-insinyur AMG. Mereka sepertinya tidak puas dengan sebuah G Class yang diproduksi Merc. Maka “kenakalan” merekapun berlanjut. Sebuah mesin V8 Supercharge 5.439 cc dibenamkan di ruang mesin mobil ini. Semula saya tidak tertarik dengan segala yang ditawarkannya, kecuali kekaguman pada mobil ini sebagai sebuah mobil yang sukses disegala lini. Yup, inilah mobil yang mendapatkan porsi proposional, khususnya bagi kalangan militer di Jerman sana.
Namun, hal tersebut segera berubah menjadi sebuah rasa penasaran yang luar biasa, ketika mendengar deru mesinnya. Damn! Adrenalin saya seolah terketuk keras. Tanpa basa-basi, saya langsung masuk kedalamnya. Duduk dengan santai sambil mengamati ruang kabin. Mmm, Merc memang pintar membuat mobil. Semua detail dibuat dengan akurasi tinggi. Sementara perkawinannya dengan teknologi modern, menjadikan mobil ini sebagai sebuah kendaraan yang cukup lengkap memenuhi gaya hidup laki-laki pemberani. Brrrrmmmm….
Secara desain, Merc nyaris tidak melakukan perubahan yang signifikan. Kalaupun ada, cuma untuk mempermanis saja. Tapi konsep desain yang tidak berubah selama bertahun-tahun tersebut justru malah menegaskan sikap G-Class. Anda mungkin melihat Land Rover bermetamorfosis, tapi G-Class tetap penuh daya pikat dengan segala kekakuannya. Meski begitu, dia tetap dicintai oleh penggemarnya. Disinilah Merc sukses meneguhkan karakter G-Class yang tidak tergoyahkan.
Posisi duduknya cukup tinggi dengan visibilitas yang luas. Inilah yang menjadikan sebuah mobil berkarakter SUV bisa memberikan sensasi dominan dalam berkendara. Dengan mudahnya saya mengendalikan G55, meski pada awalnya goncangan akibat suspensinya yang sedikit keras membuat saya seperti di lantai disko. Tapi saya mahfum, sebab ini G-Class coy!
Bersama fotografer, saya memboyongnya ke Gunung Kapur Bogor. Sepanjang jalan tol Jagorawi tidak sedikitpun saya mengendurkan pedal akselerator. Semula saya ragu, apakah dia bisa melaju kencang? Maklum, sebuah SUV dengan dimensi yang biasa kita kenal, cukup rentan terbalik dalam kecepatan tinggi. Tapi kekhawatiran tersebut pupus ketika jarum speedometer menunjukkan angka yang terus berjalan 120, 140, 160…Damn! Rasanya masih ada ruang untuk lebih dalam menginjak pedal akselator, tapi kondisi lalu lintas membuat saya sumringah di hitungan 170 kpj. Itu berarti masih tersisa 40 kpj lagi untuk mencapai kecepatan maksimal yang dibatasi secara elektrik, 210 kpj.
Memasuki kawasan Gunung Kapur, sistem permanent all wheel drive yang dipasang di G55 bereaksi yang cepat, perubahan tersebut membawa saya pada sensasi off road. Sayang tidak turun hujan, agar bisa bermain dengan lumpur. Meski begitu, pada jalur yang membutuhkan torsi besar, G55 sanggup melahapnya dengan mudah. Maklum, dia dibekali torsi yang mumpuni, 750 Nm pada 2.750-4.000 rpm. Serta pasokan tenaga 500 hp pada 6.100 rpm. Sambil bersiul-siul, saya menari-nari bersama G55. Lahan kering berkapur, dengan mudah dilintasi G55 yang berbobot 2,5 ton.
Sayangnya, kami tidak bisa berlama-lama di lahan berkapur tersebut lantaran harus menuju Gunung Bunder. Di sana, kelincahan dan handling G55 benar-benar terasa keampuhannya. Jalur yang menurun dengan jalan berkelok, dilahap dengan mudah. Engine brake bekerja maksimal di mobil bertransmisi 5 kecepatan otomatis ini. So, jangan khawatir dia akan nyelonong tak terkendali, kecuali jika Anda memang tidak punya nyali mengendarainya.
G55 adalah mobil SUV sejati. Dia menawarkan kenikmatan berkendara dalam berbagai kondisi jalan dan kecepatan. Mau ngebut, hayo. Mau santai, oke. Semuanya berada dalam satu paket yang menyenangkan. Meski pada sisi lain, pemasangan interior panel wood terasa mubazir dan terkesan dipaksakan untuk mendapatkan kesan elegan. Tapi sudahlah, mungkin Merc punya pertimbangan lain.
Untungnya, selama sesi test drive, saya tidak tahu harga mobil ini. Baru setelah selesai, saya tahu mobil ini dibanderol dengan label harga off the road Rp 2,9 Milyar. Pufff…untung saja tahunya belakangan. Jika diawal, mungkin saya akan ekstra hati-hati dan kehilangan sensasi berkendara yang ditawarkan. Eh, kalau musim hujan nanti, bolehkan kami mengujinya lagi?
Spesifikasi
Mercedes-Benz G55 AMG
Performa: 0-100 kpl 5,5 detik, BBM 15,9L/100 km (kombinasi, rata-rata), CO2 378 gram/km, top speed 210 kpj
Tech: V8 supercharge, 5.439cc, power 500 hp/6.100 rpm, torsi 700 Nm/2.750-4.000 rpm
Harga: Rp 2,9 M (off the road)


Comments
Be the first to comment.