ENTERTAINMENT

Stereomantic: Operasi Sikat Jaya

November, 24th 2011 |  by  Rully Annash  | Comments: 0

Menurut grup duo elektro pop Ibukota ini, internet jadi penanda zaman modern. Walaupun Aroel dikenal sebagai tukang ngoprek alat-alat musik modern dan paham betul software music, untuk album ini, dia memutuskan nggak me-mixing sendiri albumnya. Menurutnya, “Kuping oran

Caption Caption

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Kami mewawancarai grup ini via e-mail. Kami lalu dapat jawaban yang cukup absurd nan bombastis. Penasaran? Cuss...

Kenapa, sih, judul albumnya Cyber Superstar? Artinya apa?
Aroel (A): Nothing à Internet à Something, Nobody à internet à Somebody. Fenomena yang cukup membuat gue takjub.
Maria (M): Fenomena superstar, sih, memang sudah ada dari zaman dulu. Cuma, medianya saja yang beda. Dari zaman radiostar, lalu TV videostar. Nah, kalau sekarang internet. Jadilah cybersuperstar. Penanda zaman, kalau orang tua bilang.

Ada hubungannya dengan YouTube Superstar nggak?
A: Yup, salah satunya.
M: Salah duanya bisa blogger, salah tiganya bisa Twitter, salah empatnya bisa Kaskuser, dan seterusnya. Singkatnya, apapun social network-nya, benang merahnya cuma satu: internet/cyber/dunia maya.

Album ini dikerjakan selama empat tahun. Hambatannya apa saja?
Hambatan di sini lebih bersifat pribadi kami masing-masing. Sebenarnya, kalau dibilang hambatan nggak juga, sih. Tapi, lebih kepada banyaknya cerita yang kami alami. Cerita baik dan buruk. Married, punya anak, mengasuh anak, itu cerita baiknya.

Ngomong-ngomong, ada apa dengan Thailand? Kayaknya, sejak  balik dari ngamen di Melody Of Life di Bangkok, semangat kalian kembali membara.
A: Sebenarnya, bukan karena ngamen di Bangkok. Itu hanya trigger. Proses album kedua kami teruskan. Di sela-sela itu ada undangan via e-mail dari Bangkok untuk main di sana. Okelah, berangkat! Album Cyber Superstar segera kami kebut, mixing, cetak cover, untuk dibawa ke Bangkok. Album dan cover selesai satu hari sebelum kami berangkat. Bahkan, sebelum ke bandara, kami masih gunting-gunting, melipat, dan men-doubletape cover-nya.
M: Operasi Sikat Jaya bener, kalau kata POLDA.

Waktu bikin album ini mood kalian lagi bagus, ya? Lirik dan musiknya cerah ceria.
A: Bisa dibilang begitu karena sebetulnya lagu-lagu lama dan sudah terekam dari 2007. Saat itu, Stereomantic (gue dan Maria) bisa dibilang lagi on fire. Ada beberapa lagu kami buang setelah melalui seleksi. Karena pada saat awal pembuatan album itu, Stereomantic sempat berencana bikin double album. Materi yang dipilih gue poles-poles dikit, langsung gue kasih ke seorang teman (mixing engineer) dengan brief: “Terserah yang mixing-in aja.

Sekarang musik elektro kayak jadi sebuah keharusan untuk sebuah band yang ingin lebih mengeksplorasi roots musik mereka. Stereomantic kepikiran buat main di luar ranah elektro nggak?
Oh, pastinya. Musik elektronik dipilih karena pada saat itu kami hanya berdua. Yang paling mudah dan simpel untuk dilakukan hanya membuat music elektronik atau akustikan. Namun, akhirnya kami memilih electronic music, electropop. Tapi, bukan berarti Stereomantic menutup diri dari jenis musik lain. Bisa jadi, ke depannya, lagu-lagu Stereomantic akan jadi full band, akustik, atau bahkan mengarah ke lagu-lagu untuk klub. Bebas dan suka-suka kami. Band ini untuk senang-senang, kok. Jauh dari ambisi untuk main di Inbox atau Dahsyat.

Lagu “Langitku” bercerita tentang apa, sih?
Yang jelas, bikin liriknya sore-sore, mood lagi bahagia gitu. Bahagia kenapa? Ya, bahagia saja.

Aroel, mengingat loe adalah seorang produser dan tukang ngoprek alat-alat musik, loe sudah merasa puas belom sama hasil produksi dua album Stereomantic?
A: Kalo dibilang puas atau nggak, namanya manusia, pasti nggak akan pernah puas dengan apa yang sudah dihasilkan. Pasti ada saja kurangnya kalau kita dengar-dengar lagi. Karena alasan itu, gue pun memutuskan untuk nggak me-mixing sendiri lagu-lagu itu, kalau sendiri bisa nggak selesai-selesai. Kalau menurut orang-orang sudah aman, ya, jalanlah. Kuping orang lain itu lebih jujur.

 

Fast Track:
W: www.stereomantic.com

 

Contact the writer at rully.annash@mediasatu.com
Follow him on Twitter

Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.