TRAVEL

Tandatangan Petisi, Selamatkan Pulau Bangka!

November, 29th 2011 |  by  Astri Apriyani  | Comments: 8

Bermula ketika PT Mikro Metal Perdana membeli lahan warga untuk penambangan pasir besi. Tidak cuma membelah 3 desa di Bangka, penambangan ini juga mengancam ekosistem bawah laut di sana.

Sumber foto: travelingluck.com Sumber foto: travelingluck.com

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Pulau Bangka, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Indonesia seluas 4.800 hektar terdiri dari tiga desa, yaitu Lihunu, Kahuku, dan Libas. Warga dari ketiga desa ini bergesek-panas ketika PT Mikro Metal Perdana berniat membeli lahan warga. Suara utuh tidak dicapai. Sebagian besar warga Kahuku menyatakan setuju menjual tanah mereka. Sementara, pihak Lihunu menolak. Secara prosentase, yang mendominasi adalah mereka yang tidak setuju pulau ini dijadikan penambangan.

Mengenal lebih jauh PT Mikro Metal Perdana, ini adalah perusahaan pertambangan dari sebuah konsorsium di Cina, bernama Empire Resources Ltd. Sudah lima tahun PT Mikro Metal Perdana mengalami penolakan dari pemprov Sulut. Bencana dimulai ketika S.H. Sarundajang, gubernur Sulut (13 Agustus 2005-kini), memberi "lampu hijau" untuk tambang emas Toka Tindung. Ini melonggarkan kebijakan keras Pemprov Sulut untuk aktivitas pertambangan.

Di sisi lain, Pulau Bangka adalah pulau kecil yang memiliki 4 diving resorts. Pulau ini sedang dalam perjalanan menuju perkembangan wisata bahari. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bahkan sedang gencar mempromosikan daerahnya sebagai diving spot kelas dunia, yang digadang-gadang tidak akan bisa Anda temukan di tempat lain. Mengingat, kekayaan alam bawah lautnya memang mempesona.

Di Pulau Bangka terdapat lebih dari 25 titik penyelaman dengan terumbu karang dan penghuni laut yang cantik, seperti frogfish, kakap biru bergaris, atau redtooth triggerfish. Bangka juga dikenal sebagai segitiga emas keanekaragaman hayati laut, bersama Taman Nasional Bunaken dan Selat Lembeh. Gubernurnya sendiri bahkan gemar membikin poster diri dengan terumbu-terumbu karang cantik sebagai background.

Lalu, muncul Eku Wand. Ia pria berkebangsaan Jerman. Profilnya bisa Anda lihat di sini. Entah apa bisa disebut kebetulan, Eku pernah dive di Pulau Bangka. Menanggapi isu ini, ia ternyata peduli dan memilih bergerak dengan gerakan konkret. Ia membuat petisi yang memiliki misi menyelamatkan Pulau Bangka dengan cara menghentikan pertambangan dari PT Mikro Metal Perdana.

Judul petisi tersebut adalah Save Bangka Island Petition - Stop the Mining!. Petisi ini berisi penjabaran Eku Wand, mulai dari awal ketika konsorsium Cina tersebut datang ke Bangka. Gubernur Sulut serta Bupati Minahasa Utara dianggap mengizinkan bisnis tambang ini beroperasi di Indonesia--yang menurut Eku, tidak memikirkan dampak untuk masyarakat dan alam, hanya pribadi.

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Minahasa Utara, selaku Ketua Komisi Penilai AMDAL Kabupaten Minahasa Utara, Drs. Theodore V. Lumingkewas, MM, mengeluarkan pengumuman pada 10 Oktober 2011. Isinya, paparan tentang dampak negatif dan positif rencana penambangan bijih besi di Pulau Bangka. Pengumuman ini juga melibatkan masyarakat untuk memberikan saran, masukan, dan tanggapan mengenai hal ini, ditujukan kepada pihak BPLH Minahasa Utara, dan PT Mikro Metal Perdana, secara tertulis.

Pengumuman ini lalu ditanggapi oleh pihak atas nama masyarakat Pulau Bangka, Gabungan Pengusaha Pariwisata Bahari Minut, Komunitas Peduli Laut, Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI), Sander Batuna Foundation, dan North Sulawesi Watersport Association (NSWA). Masukannya hanya satu: menghentikan kegiatan tambang tersebut, dengan berbagai pertimbangan yang juga mereka jabarkan. Surat ini dikirim kembali 22 hari sebelum tanggal jatuh tempo, yaitu pada 8 November 2011. Surat ditandatangani oleh 3 warga Desa Kahuku, Lihunu, dan Libas; 2 organisasi pariwisata, dan 1 LSM. Surat lengkapnya bisa Anda lihat di sini.

Warga meminta hearing, setelah sebelumnya menggelar aksi damai di Kabupaten Airmadidi pada 27 Oktober 2011. Pemerintah setempat menanggapi, berjanji akan menjadwalkan hearing secepatnya. Anda bisa membaca akar dan ranting persoalan di sini.

Ini sudah akhir November, dan hearing belum lagi terjadi. Karena itu, dengan turut menandatangani petisi yang digagas Eku Wand ini, mungkin bisa mengubah keadaan. Silakan ikut 'menandatangani' petisi Save Bangka Island - Stop the Mining di sini. Dibutuhkan partisipan petisi ini hingga 10.000, sementara yang baru tercapai sampai 29 November adalah 3.072. Mari, selamatkan Bangka!

 

Fast Fact:
Cek dan berpartisipasilah dalam petisi Eku Wand:
http://www.thepetitionsite.com/1/safe-bangka-stop-mining/
Contact: safebangkaisland@gmail.com

 

Sumber:
http://www.facebook.com/eku.wand
https://www.facebook.com/groups/safebangkaisland/doc/279311458775401/
http://www.tribunnews.com/2011/11/12/pulau-bangka-minahasa-utara-mencekam
https://www.facebook.com/groups/safebangkaisland/doc/281017091938171/
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2402017724227&set=oa.284846054888608&type=1&ref=nf

 

Contact the writer at astri.apriyani@mediasatu.com
Follow her on Twitter

Comments

Boy

December, 5th 2011

kalau saya setuju pulau bangka di jadikan tambang biji besih biar menguntungkan bagi masyarakat kecil....
karena kalau di jadikan pulau prawisata ngak ada untungnya masyarakat kecil, karena menurut saya kalau pulau bangka di jual to masyratakat dapa uang
and kalau di jadikan tempat wisata yg untung cuma orang-2 yg bermodal aja.

Indie

December, 7th 2011

Kalau pandangan semua orang seperti Boy, habis sudah mata pencaharian para nelayan yang menggantungkan kehidupan sehari-harinya pada laut dan hancur sudah laut Indonesia. Masalahnya pemerintah Indonesia belum membangun pariwisata kelautan dan juga kehutanan secara maksimal. Lihat dong Malaysia yang bisa masuk top ten dunia tujuan pariwisata, valuta asing masuk terus melalui usaha pariwisata dan yang terkena imbas gak cuman hotel atau diving resort aja. Ya restaurant, dunia usaha pembuat souvenir, jasa transportasi, tour-guide, toko-toko mulai dari yg kecil dan besar. Lah kalau pertambangan, siapa yang untung? palingan sebagian besar masuk ke kocek pemerintah dan gak jelas dibawa ke mana. Belum lagi kerusakan alam yang disebabkan oleh pertambangan. No way, saya gak lihat ada keuntungan yang menakjubkan dari pertambangan di pulau sekecil pulau Bangka.

Prof. Eku Wand

December, 7th 2011

Saya secara individu berterimakasih atas promosi petisi “Save Bangka Island — Stop Mining Initiative” dalam artikel anda.

Tetapi saya ingin memberikan koreksi atas tulisan anda:

[a]   Petisi dibuat oleh masyarakat lokal dari Pulau Bangka, bukan saya.
[b]   Saya sudah pernah menyelam di Pulisan/Bangka pada tahun 2007, jadi saya mengetahui daerah pulau Bangka dan saya mengenal masyarakat lokal.
[c]   Saya sangat peduli sekali untuk mendukung komunitas lokal melalui jaringan desain internasional saya dan media social seperti Facebook sebagai platform untuk menjadikan dunia kita sebagai tempat yang lebih baik.

Anda dapat menghubungi “Save Bangka Island — Stop Mining Initiative” melalui e-mail:
safebangkaisland@gmail.com

Inisiatif ini juga akan menghubungi para delegasi dari Konferensi Kelautan Dunia tahun 2009 di Menado dalam waktu dekat! Ini adalah nehara anda – tetapi ini adalah planet kita bersama!

Terimakasih atas perhatian Anda dan salam hangat, Prof. Eku Wand

Prof. Eku Wand

December, 7th 2011

I like to thank you personally for promoting the petition “Save Bangka Island — Stop the mining!” 

But I also like to make the following corrections to your writing: 

[a]   The petition was launched by local people from Bangka Island themselfes — not me. 
[b]   I was scuba diving in Pulisan/Bangka in 2007 already, so I know the area and I know local people.
[c]   I am just concerned enough to support the local community with my international design network and social media skills using Facebook as a communication plattform to make our world a better place. 

You can reach the “Save Bangka Island — Stop Mining Initiative” under the following email: 
safebangkaisland@gmail.com

The Initiative itself will start addressing the delegates of the World Ocean Conference 2009 held in Manado pretty soon too! It is your country — but it's our planet all together!

Thank you for your attention and kind regards, Prof. Eku Wand

Astri Apriyani

December, 8th 2011

Boy, jika keberadaan perusahaan tambang itu adalah cara paling benar untuk mensejahterakan masyarakat Bangka, mungkin harus dipikirkan dulu. Jika korbannya adalah alam, apa lalu harus 'egois' hidup makmur sementara lingkungan sendiri rusak? Lagipula, ada cara lain untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat lokal. Ya dengan memaksimalkan keindahan alam di sekitar kawasan tersebut, bukan malah merusak. Ini pendapat saya. Mungkin juga Indie?

Salam untuk Prof. Eku Wand yang sudah mengoreksi tulisan saya. Segera akan saya revisi kebenarannya. Semoga petisi ini berhasil :)

Apa yang bisa kita perbuat untuk menyelamatkan Pulau Bangka? Bisa dimulai dari menandatangani petisi yang ada di sini http://www.thepetitionsite.com/1/safe-bangka-stop-mining/

Fong Tjun Hiang

February, 9th 2012

Saya sangat setuju dengan Indie. Jika semua orang berpikiran picik kayak si Boy, pulau Bangka tidak akan terlihat lagi di masa depan dan demikian juga dengan sebagian biota laut. Secara economi, keuntungan dari pertambangan hanya keuntungan sesaat bagi segelintir orang, sedangkan kalau kita bisa mengubah pulau Bangka jadi tujuan wisata yang hebat, ini akan memberi dampak besar yang berkesinambungan bagi banyak orang (nelayan setempat, hotel, travel agent, dll). Tolong bapak-2 di Pemkab Minut jangan berpikir keuntungan sesaat dengan mengalirnya dana ke pundi-2 kantong anda tapi berpikirlah untuk kemajuan sulut. Sebagai orang yang lahir, besar, dan berusaha di minahasa, walaupun saya hanya warga keturunan Cina tapi saya sangat peduli dengan daerah saya Minahasa. Salut untuk Prof. Eku Wand. Walaupun ia hanya orang bule yang bukan warga Indonesia, tapi tindakannya jauh lebih patriotik dari mereka yang duduk di Pemkab Minut.

Kenny

February, 9th 2012

Jika semua orang pikirannya picik kayak si Boy dan orang-2 di Pemkab Minut, habislah pariwisata kita.

Ben

February, 13th 2012

Saya sgt sedih membaca comment dr sdr Boy yg sangat setuju dengan adanya tambang di pulau bangka. kl sy jadi boy sebaiknya saya tidak dilahirkan kedunia. buat ap saya lahir dan menjadi seorang yg tidak bisa menghargai nenek moyang yg sudah ribuan tahun menjaga dan melayani pulau ini buat anak, cucu,cici, yg kemudian hanya ditukar dengan ksenangan sesaat. bayangkan kehidupan yang sdh sekian lama diperthankan dan pulau ini di huni oleh ratusan bahkan ribuan orang dengan kehidupan yang aman,sejahtera ditukar dengan kehidupan yg saling bermusuhan, belum lagi jika tambang beroperasi kerusakan lingkungan yang tidak akan berkesudahan yang dipikul oleh generasi yang akan datang. contohi Newmont Minahasa Raya yang sampai saat ini masalahnya belum selesai, apa yg diterima masyarakat buyat selain penyakit imbas dr pembuangan limbah perusahan. Bupati dan pemerintah kab Minut pada umumnya harus berpihak pada rakyat bukan pengusaha dan jangan hanya berpikir untuk perut sendiri. Anda semua dipilih rakyat untuk melindungi bukan menyengsarakan rakyat. Pemkab harus mampu menciptakan dan melakukan terobosan2 demi membuka lapangan pekerjaan yang lebih bernuansa menciptakan iklim lingkungan yang bersih bukan pengrusakan lingkungan. Jangan hanya mau Praktis. Bagi Anggota dewan yang hobby pelisir yg menghambur-hamburkan uang rakyat apa yg kalian dapat dr study banding. apakah anggota komisi B hanya belajar untuk tambang dan keuntungannya dan mengabaikan dampak buruknya untuk generasi selanjutnya? special thanks for Prof Eku Wand gbu.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.