ART & CULTURE

The Real Wow Party: Indonesia dalam Satu Setengah Jam

December, 20th 2011 |  by  Astri Apriyani  | Comments: 0

Pada 15 Desember lalu, Majalah Marketers dengan didukung penuh oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan program The Real Wonder of the World. Sebagai perkenalan, diadakan Real Wow Party: Konser Keajaiban Indonesia hari itu juga.

Elfa's Singers masih menarik. Elfa's Singers masih menarik.

Suara Lea Simanjuntak sungguh memukau. Suara Lea Simanjuntak sungguh memukau.

Tari Saman yang mencuri perhatian. Tari Saman yang mencuri perhatian.

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Jika masih ada yang belum tahu apa itu The Real Wonder of the World (The REAL WOW!), ini adalah sebuah inisiatif program promosi pelestarian pariwisata daerah yang kaya akan keajaiban alam dan budaya yang digelar oleh Majalah Marketeers. Dan, The Real Wow Party: Konser Keajaiban Indonesia yang diadakan tempo hari menjadi sebuah langkah awal untuk program promosi kepada stakeholder pariwisata di Indonesia.

Telat satu jam, The Real Wow Party yang berlangsung di Ballroom The Ritz Carlton Pacific Place di lantai 4 dimulai dengan speech-speech dari Hermawan Kertajaya dan beberapa orang yang naik ke panggung, yaitu bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu; Ridwan Kamil dari Indonesia Berkebun, dan Azrul Ananda (Presiden Direktur Jawa Pos). Waktu kala itu pukul 20.30. Ballroom sudah penuh. Semua kursi terisi, sampai meluap banyak yang tidak kedapatan tempat duduk. Oleh karena bertema batik-casual, seisi ballroom penuh dengan batik berwarna-warni beraneka desain. Apik.

Lepas dari pidato, The Real Wow Party berlanjut dengan pemberian penghargaan YWN 100 (Youth Women Netizen 100) di Indonesia di tahun 2011. Mereka dari beragam latar belakang profesi, seperti artis, olahragawan, enterpreneur, hingga aktivis, sudah terpilih sebagai YWN 100. Sebut saja @AnjingGombal, Bambang Pamungkas, Titus Bonai, Ernest Prakarsa (Standup Indo), Ifa Isfansyah, Nia Dinata, Iwet Ramadhan, Nadiem Makarim (Pendiri Go-Jek), @poconggg Arief Muhammad, Reza Nurhilman (Maicih), Ridwan Kamil (Indonesia Berkebun), Tex Severio (desainer), sampai Zaneta Naomi Sutrisna.

Duma Riris, sebagai master of ceremony, lalu melanjutkan acara dengan menyiarkan tujuh destinasi di Indonesia (Taman Nasional Ujung Kulon, Hutan Tropis Sumatera, Taman Nasional Komodo, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Carstensz Pyramid, dan situs peradaban manusia purbakala Sangiran), serta lima warisan budaya berbenda dan tak berbenda, antara lain Wayang, Batik, Keris, Angklung, dan Tari Saman, yang dinobatkan sebagai The Real Wonder of the World malam itu. Ada bergidik yang tidak terjelaskan ketika berbagai objek wisata dan kekayaan Indonesia itu ditampilkan di layar besar di panggung. Ini Indonesia, dan milik kita. Bangga.

The Real Wow ternyata tidak cuma sekadar pembacaan penghargaan, tapi juga dimeriahkan pentas tari dan musik yang dipimpin oleh Dwiki Dharmawan. Lagu-lagu daerah mulai dari yang sudah familiar di telinga kita, hingga yang sama sekali asing tapi ear-catching, dinyanyikan mempesona oleh para pengisi acara.

Tetarian modern membuka pertunjukan The Real Wow Party. Ini menjadi prolog pentas yang dilanjutkan oleh Ivan Nestorman yang didampingi seorang anak pemain sasando rote. Elfa's Singers muncul setelahnya. Untuk kemudian dilanjutkan oleh Lea Simanjuntak, Elfa's Singer yang kembali muncul, Seruti, dan Zaneta. Mereka masing-masing menyanyikan lagu-lagu rakyat dari Sabang sampai Merauke dengan diaransemen lebih segar oleh Dwiki Dharmawan tentu saja. "Butet", "Lir-ilir", dan "Rambadia" adalah beberapa lagu daerah yang tampil di atas panggung.

Para penonton terlihat menikmati. Semua tergambar dari riuh tepuk tangan dan sing along di bagian-bagian tertentu. Tari Saman yang muncul menjelang akhir acara mendapat perhatian banyak. Sebelas perempuan cantik berkostum adat Aceh menarikan Tari Saman tersebut dengan selaras dan enerjik. Tidak cuma Saman, ada pula tari dayak dan Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan.

Semua penampil berpakaian etnik malam itu. Bukan pakaian adat, tapi semua kostum bertemakan Indonesia melalui kain-kain dari berbagai daerah di Indonesia. Lukisan pasir dari Fauzan Ja'far yang muncul sebagai background visual di beberapa bagian semakin menambah menarik pertunjukan.

Berdurasi total hanya satu setengah jam, The Real Wow Party malam itu secara keseluruhan menyenangkan. Masih banyak yang perlu dibenahi di sana-sini memang, tapi kelihatan semua pengunjung keluar ballroom dengan wajah senang. Semoga saja, dengan ini kita juga menjadi lebih mengenal Indonesia.

 

Contact the writer at astri.apriyani@mediasatu.com
Follow her on Twitter

 

Foto oleh Astri Apriyani

Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.