Ade Darmawan: Anyone Can be a Street Artist
December, 23rd 2011 | by Rully Annash | Comments: 0
Lewat obrolan ini, kami yakin Anda bisa jadi seniman jalanan.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Kalau datang ke Beatfest pada 29 Oktober lalu, loe pasti melihat sebuah tembok yang dipenuhi stiker bermacam-macam tulisan, gambar perempuan, dan sebuah sepeda. Kami sempat ngobrol dengan manusia yang punya ide bikin instalasi tersebut. Lewat obrolan ini, kami yakin Anda bisa jadi seniman jalanan. Soalnya, selain bikin artwork, Ade Darmawan dan Ride & Tag Crew juga memberi tahu bagaimana caranya ngebom dan nge-tag di semua tempat yang Anda mau!
Apa konsep artwork Anda buat Avolution Beatfest kali ini?
Untuk edisi ini, setiap kontributor memang diminta untuk mengangkat partnernya dalam pembuatan instalasi. Makanya, gue mengajak anak-anak sepeda Ride & Tag, yang memang punya latar belakang seni rupa. Mereka menggabungkan konsep bersepeda dengan street art.
Bentuk detailnya seperti apa?
Sederhana banget. Gue dan anak-anak Ride & Tag berusaha memindahkan suasana di jalan ke ruangan. Jadi, waktu riding, kami juga sekalian tagging dengan cara menempelkan poster, stiker, mural, grafiti, dan lain-lain. Detailnya nanti ada tembok atau dinding yang bakal dibom sekitar empat atau lima seniman dari Ride & Tag. Lalu, ada dokumentasi video pas mereka lagi bombing di jalanan. Ada juga interaktif dengan yang hadir. Para penonton bisa memberi masukan atau saran tempat-tempat mana saja yang oke buat di-tag. Caranya, tinggal tulis di stiker, terus tempel di tembok yang sudah disediakan. Karena acara ini temanya “Liberaction”, kami secara langsung mengajak pengunjung berinteraksi untuk melihat dan merasakan naik sepeda sambil tagging atau bombing di tempat yang mereka mau.
Ada gimmick-gimmick lain?
Teman-teman dari Ride & Tag bakal membagikan poster dan stensilan gratis berbentuk tulisan Ride & Tag dan logo mereka (gambar sepeda dan orang nyemprot spray) buat pengunjung. Jadi, pas pulang bisa dipotong dan langsung di-spray atau tagging semau mereka. Dengan begitu, kami melihatnya anyone is a street artist. Karena sebenarnya, kan, teknik ini sangat simpel. Tapi, belum banyak orang yang tahu. Makanya, kami juga sekalian mengedukasi orang tentang tagging atau bombing ini.
Anda pribadi menilai instalasi ini kayak apa?
Gini, lho. Mural, grafiti, dan yang lainnya itu sudah ada dari zaman dulu. Nah, hal ini menurut gue kayak jadi genre baru; penggabungan seni jalanan dengan kegiatan bersepeda. Dan, menurut gue, sangat relevan untuk sebuah kota kayak Jakarta.
Sumber: JUICE
Contact the writer at rully.annash@mediasatu.com
Follow him on Twitter
Photographer: Apung



Comments
Be the first to comment.