ZoukOut 2011 A Dance Music Festival
January, 5th 2012 | by Oky Hartanto | Comments: 0
Perhelatan musik elektronik paling akbar di Asia Tenggara menjelang akhir tahun, ZoukOut, kembali hadir untuk ke-11 kalinya.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Antrean telah mengular dari Emerald Pavilion untuk masuk ke dalam ZoukOut di Pantai Siloso, Pulau Sentosa, Singapura, pada Sabtu, 10 Desember lalu. Mereka adalah pemegang tiket Happy Hour yang diharuskan berada di venue sebelum pukul 20.00. Rasanya tagline ‘One World, One Music, One Tribe, One Dance’ pantas disandang oleh event yang pertama kali dihelat pada 1991 ini. Warga dari berbagai negara berkumpul untuk menikmati beragam genre yang diusung di empat stage yang tersedia.
Saya hadir lebih awal bukan karena memegang tiket Happy Hour ataupun ketinggalan Skytrain terakhir. Namun, Ladytron memang dijadwalkan sangat awal--pukul 21.00--di Arena B. Foursome yang terdiri dari Daniel Hunt, Reuben Wu, Helen Marnie dan Mira Aroyo pun langsung membawakan lagu-lagu synth-electro seperti “Destroy Everything You Touch” dan “Ace of Hz”. Sebelum saya berpindah ke Arena A untuk menyaksikan jagoan Defected, Simon Dunmore, yang berkolaborasi dengan Shovell, saya menyempatkan melihat aksi Gui Boratto yang meramu musik techno yang sangat berat.
Lewat tengah malam, pemilik sound ala dirty dutch house kelahiran Suriname, Chuckie, spinning di Arena A. Saya menikmatinya dan kemudian berkeliling sambil menunggu Roger Sanchez muncul di DJ booth.
Tapi, mendadak ada yang seru di stage Localized. Ah, rupanya Funk Bastard & Kaye lagi tampil. Duo jebolan Cosa Nostra ini menggila dengan paduan musik jazz, funk, boogie, house hingga hiphop dengan sedikit campuran cosmic beat. Seru!
Saya meneruskan ‘perjalanan’ ke stage yang kurang diminati--kecuali bagi Singaporean, yaitu Arena C. Di stage ini ada Eclipse, set mambo jambo dari djB dan Leonard Tan, Ghetto, dan Scratch Perverts. Saya pun tidak menghabiskan waktu lama di sini dan segera beralih ke Arena A.
Di Arena A, Avicii telah menggedor crowd dengan set progressive ditambah permainan laser dan visual yang ‘menggelapkan’ mata. Apalagi saat DJ asal Swedia ini memutar "Seek Bromance" dan "Levels". Luar biasa. Set Avicii pun sukses membuat saya melupakan Bob Sinclar yang juga spinning di Arena B. Beruntung, saya masih sempat menyaksikan DJ asal Prancis ini, walaupun hanya pada saat menjelang akhir.
Matahari mulai muncul ketika Karizma naik stage. Ia tampil cukup santai, menurunkan tempo dan membiarkan crowd mengumpulkan tenaga untuk kembali ke rumah.
Contact the writer at oky.hartanto@mediasatu.com
Follow him on Twitter


Comments
Be the first to comment.