Kineforum New Year’s Collections: Asing, Dokumenter, Lokal, hingga Indie!
January, 17th 2012 | by Iwan Setiawan | Comments: 0
Di awal tahun ini Kineforum menayangkan film-film pilihan dari Dewan Program Kineforum.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Dua orang penyaji, Mohammad Ariansah yang merupakan Dosen Sejarah Sinema IKJ, yang mengkurasi film-film dalam progam Kinefilia dan Akbar Yumni (Redaktur www.jurnalfootage.net) dalam program TOKOH yang sebelumnya disebut Body of Works. Di dua program ini akan ada diskusi khusus yang akan membicarakan film-film pilihan para penyaji.
Dengan tema Evolusi Bahasa Film: Hollywood & Sinema Klasik, Kinefilia akan menayangkan Stagecoach (John Ford, 1939), The Wizard of Oz (Victor Fleming, 1939), dan His Girl Friday (Howard Hawks, 1940). Dalam TOKOH, Hou Hsiao-Hsien akan menjadi sorotan utama. Hou Hsiao-Hsien yang lahir pada 1947 adalah seorang sutradara Taiwan dan tokoh utama Sinema Baru Taiwan. A Summer at Grandpa’s (1984), A Time to Live and A Time to Die (1985), dan Dust in the Wind (1986/Taiwan) akan ditayangkan untuk membahas tema ini.
Untuk segmen sinema dunia, akan ditayangkan The Jackal of Nahueltoro (1969/Miguel Littín/Chili) yang berdasarkan kejadian nyata tentang seorang petani alkoholik yang membunuh seorang wanita dan lima orang anaknya di era 1960, lalu dijerat hukuman mati serta dieksekusi pasukan penembak pada 1963. Man Bites Dog (1992/Rémy Belvaux, André Bonzel, Benoît Poelvoorde/Belgia), mengisahkan sebuah kru film yang membuat dokumenter tentang seorang pembunuh. Film ini mengeksplorasi teknik yang menggambarkan kekerasan sebagai sebuah kejadian biasa. Dalam beberapa hari, kru mengikuti Ben (Benoît Poelvoorde)—seorang pembunuh yang melihat bahwa membunuh adalah sebuah gairah hidup dalam masyarakat modern. Film ini mencoba memutar balik logika kita, apakah Ben ada di realitas masyarakat kita? Human Nature (2001/Michel Gondry/Amerika Serikat-Prancis), tentang seorang wanita yang jatuh cinta dengan pria yang menyukai wanita lain, dan ketiganya memiliki rencana pada seorang pemuda yang dibesarkan sebagai monyet.
Dokumenter Dunia yang sebelumnya adalah World Documentary menayangkan dua film, yaitu Calcutta (1969/Louis Malle/Prancis), dokumenter di Kolkata (India) dari bidikan footage-footage saat ia membuat dokumenter Phantom India. Lalu, The Island of Bali (1937/Miguel Covarrubias/Meksiko) tentang kehidupan di Pulau Bali masa 1930-an.
Sinema Indonesia akan menayangkan Sang Penari (2011), Film Terbaik FFI 2011. Film ini diadaptasi dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (1982) karya Ahmad Tohari. Sebelumnya, pada 1983, Yazman Yazid membuat adaptasi dari novel yang sama dengan judul Darah dan Mahkota Ronggeng. Dua buah film yang menarik untuk ditonton, mengingat kaitan sastra dan film yang erat dalam keduanya.
The Shorts adalah sebuah program penayangan film pendek yang merupakan bagian yang juga tak dapat dipisahkan dari perkembangan film secara garis besar. Lumiére Bersaudara di awal sejarah film pun membuat film pendek, dengan keterbatasan teknis tentunya. Tapi hal ini adalah pendorong untuk perkembangan film-film selanjutnya. Kali ini, 6 film pendek karya siswa SMP dan SMA dari Purbalingga akan ditampilkan. Keenam film tersebut merupakan pilihan dari film-film yang terlibat di Festival Film Purbalingga 2010-2011. Bowo Leksono, direktur Festival Film Purbalingga akan hadir untuk menyajikan program tersebut dalam sebuah diskusi, yang juga akan dihadiri oleh beberapa pembuat filmnya.
Bulan ini juga akan ada program baru di Kineforum, yaitu Kuliah Umum yang akan menyajikan tema Migrasi Imaji: Film ke Digital, Digital ke Film dengan pembicara Agni Ariatama. Untuk jadwal lengkap dan lainnya, silakan klik www.kineforum.com. Atau, kunjungi langsung Kineforum di Taman ismail Marzuki, belakang bioskop XXI. Datanglah satu jam sebelum jadwal yang telah ditentukan, mengingat jumlah seat yang hanya 42.



Comments
Be the first to comment.