ART & CULTURE

Directing in Photography ala Aryono Huboyo Djati

January, 19th 2012 |  by  Bayu Maitra  | Comments: 2

Hanya saja, yang unik dari AHD adalah ia tidak mengenal konsep candid. "Ngga ada istilah candid. Harus minta izin sama pengemis sekalipun yang akan dipotret."

Pinky dan Atalarik Syach Pinky dan Atalarik Syach

Atalarik Syach dan AHD saat peluncuran buku. (foto: Praditya Nova) Atalarik Syach dan AHD saat peluncuran buku. (foto: Praditya Nova)

Menebar Cinta di Lokbaintan Menebar Cinta di Lokbaintan

Kolaborasi dua sahabat Kolaborasi dua sahabat

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Akhir Desember lalu, di Kafe Betawi, Gandaria City, fotografer Aryono Huboyo Djati (AHD) meluncurkan buku berjudul “Directing in Photography”. Buku ini merupakan hasil kerjasama dengan Atalarik Syach, model dan penggiat fotografi yang aktif di komunitas lensamanual.net. Buku sudah tersedia di toko buku Gramedia. Ia didesain dengan menarik, tematik, terdiri dari 138 halaman dan dijual seharga Rp99.800.

Secara umum, buku “Directing in Photography” dimaksudkan untuk membantu praktisi-praktisi yang ingin mendalami dunia fotografi dengan lebih dalam. Kelebihannya, bahasa yang dipergunakan dalam buku tidaklah terlalu teknis dan membingungkan. Seperti kata AHD kepada Tempo, “dikemas dengan bahasa sederhana, kritis tapi tidak menggurui.”

AHD dikenal sebagai fotografer yang cakap dalam menangkap momen bertema human interest. Cirinya yang kental bisa dilihat dari komposisi dan konsep yang terasa kuat dalam setiap gambar yang ia hasilkan.

Ini yang membuat buku jadi menarik. AHD mencoba mengajak praktisi untuk masuk lebih dalam ke manusia-manusia yang menjadi objeknya. Hanya saja, yang unik dari AHD adalah ia tidak mengenal konsep candid. “Nggak ada istilah candid. Harus minta izin sama pengemis sekalipun yang akan dipotret." Ini jelas sebuah tantangan yang menarik bagi seorang fotografer. Dalam buku ini AHD juga memberikan tips-tips bagaimana mendekatkan diri dengan objek serta memotret maksimal dengan peralatan minimalis.

Selain “orang-orang biasa”, AHD juga kerap memotret tokoh, di antaranya adalah presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Annisa Pohan, Mbah Surip, hingga Imam Samudra, terpidana bom Bali I. Selain sebagai fotografer, ia juga dikenal sebagai komposer musik. Salah satu karya yang paling dikenal adalah lagu “Burung Camar” yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata.


Contact the writer at bayu.maitra@mediasatu.com
Follow @bayumaitra on Twitter

 

Comments

didi

January, 21st 2012

AHD itu kombinasi yang menakutkan antara seniman, komposer, dan fotografer.
Setuju dengan meminta izin, karena dengan candid kita tidak bisa memasukkan roh ke dalam foto kita,dengan melakukan interaksi, kita akan tau siapa sebenarnya yang kita foto. sukses untuk AHD

Awan Wisudanto

January, 21st 2012

Selamat oom AHD. Insya Allah hari Kamis 26/1/2012 nanti saya ikut hadir di launching bukunya. :-)

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.