Prison and Paradise: Dokumenter Bom Bali 1
January, 20th 2012 | by Astri Apriyani | Comments: 0
Film ini sudah dibuat mulai 2003, dan rampung pada 2010. Film ini mengangkat isu terorisme di Indonesia. Jelas, masih memikat untuk ditonton, apalagi didiskusikan.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Prison and Paradise adalah sebuah proyek film dokumenter non-komersial yang menceritakan dampak masa depan para korban dan pelaku bom Bali 1. Di balik bangku sutradara, ada Daniel Rudi Haryanto. Berkat Prison and Paradise, ia berhasil meraih penghargaan Director Guild of Japan Award dari Yamagata International Documentary Film Festival 2011; menyisihkan 705 film dokumenter dari 63 negara.
Pembuatan film ini memakan waktu riset selama 7 tahun, mulai 2003-2010. Riset dilakukan di Bali, Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta, serta melalui proses wawancara keluarga pelaku, keluarga korban, hingga para pelaku.
Film berdurasi 93 menit ini singkatnya menggambarkan wajah Indonesia setelah bom Bali 1 pada 2002. Wajah negeri kita tercermin melalui wajah-wajah para pelaku, para keluarga pelaku, dan keluarga korban yang bicara dengan konsep wawancara. Amrozi, Imam Samudra, Ali Imron, dan Ali Gufron bicara dari balik jeruji besi. Semua bicara soal jihad, Islam, baik dan benar menurut masing-masing, tapi yang paling kentara adalah kehilangan dan kesedihan.
Mengingat masih menariknya film, Prison and Paradise kembali diputar di Hall the Japan Foundation, pada 20 Januari 2012, jam 15.30-18.00. Dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan sang sutradara Daniel Rudi Haryanto dan Tadashi Ogawa (Director General the Japan Foundation Jakarta). Acara ini terbuka untuk umum. Silakan bergabung.
Fast Fact:
Trailer Prison and Paradise on YouTube: www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=jGzV7QD9ULg
Contact the writer at astri.apriyani@mediasatu.com
Follow her on Twitter: @atre7



Comments
Be the first to comment.