ART & CULTURE

Dewa Budjana: Dawai in Paradise

January, 25th 2012 |  by  Astri Apriyani  | Comments: 0

Ia memang sibuk dengan GIGI dan Trisum-nya. Tapi tidak menutup jalan untuk terus berkarya di area pribadi. Dewa Budjana lalu menelurkan satu lagi karya solo.

Dewa Budjana saat KoinSastra 2011 Dewa Budjana saat KoinSastra 2011

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Album ini menjadi album solo nomor lima dari Dewa Budjana, setelah Nusa Damai (1997), Gitarku (2000), Samsara (2003), dan Home (2005). Untuk album terbarunya ini, Budjana menamainya Dawai in Paradise. Beberapa lagu yang konon memikat, bisa kita dengar dalam album ini. Seperti, "Gangga" (2010), "Masa Kecil" (2011), "Dawaiku" (2009), "Kromatik Lagi" (1991), "Backhome" (2002), "Malacca Bay" (2005), "Kunang-kunang" (1999), "Lalu Lintas" (1988), "Caka 1922" (1997), "Rerad Rerod" (2001), dan "On the Way Home" (2005).

Hal yang menyegarkan dari album ini adalah Budjana tidak hanya sibuk mengulik gitar di sini. Ia juga asyik mengeksplorasi alat musik lain, semisal sitar, ukulele, dan soprano. Budjana pun tidak sendiri. Ia melibatkan musisi-musisi Indonesia dan dunia dalam proyek Dawai in Paradise ini. Anda bisa melihat nama-nama, seperti Peter Erskine, Dave Carpenter, Howard Levy, Reggie Hamilton, Vinod Gangani, Indra Lesmana, Aminoto Kosin, Sophia Latjuba, Sandy Winarta, Ronald Fristianto (eks. Drumer GIGI), Shadu Rasjidi, Rishanda Singgih, Irsa Destiwi, Saat Syah, Bintang Indrianto, dan Ade Irawan muncul di sini.

Untuk memperkenalkan album ini, Bentara Budaya Jakarta menggelar pentas musik yang jadi semacam acara launching Dawai in Paradise. Kalau ingin menikmati musik Budjana, Anda bisa datang ke BBJ pada 26 Januari 2012 jam 19.30. Gratis.

Fast Track:
Bentara Budaya Jakarta
Jalan Palmerah Selatan 17, Jakarta Pusat

 

Contact the writer at astri.apriyani@mediasatu.com
Follow her on Twitter: @atre7

Photo by Astri Apriyani

Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.