EAT AND DRINKS

Kuliner Lokal: Hangatnya Kuah Mie Godhog

February, 9th 2012 |  by  Martin Johnindra  | Comments: 0

Menikmati hangatnya Mie Godhog tentu sangat pas di saat musim hujan seperti sekarang.

Mie Godhog Mie Godhog

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Hujan seperti tak henti-hentinya mengguyur Jakarta. Udara panas pun lebih sering berganti dengan dingin yang diselingi tiupan angin kencang. Pada saat seperti inilah yang membuat hidangan hangat – terlebih berkuah – kerap dicari. Ya, selain sebagai pengisi perut, hidangan tersebut bisa menghangatkan tubuh.

Jakarta sebagai melting pot, tentu menyimpan beragam pilihan hidangan dari berbagai daerah di nusantara. Satu di antaranya adalah Mie Godhog atau kerap disebut Mie Jawa. Hidangan ini dikenal dari Yogyakarta, Jawa Tengah.

Salah satu tempat yang bisa dituju untuk menikmati sepiring Mie Godhog adalah Kedai Ap Jay Bakmi Jogja Pak Ivan di daerah Panglima Polim. Menurut penuturan Usman (XX), yang telah bekerja sejak kedai ini buka pada 2009, Mie Godhog itu merupakan mie rebus yang pakai kuah ayam. Kalau di Jawa disebutnya godhog atau rebus. Itulah mengapa hidangan ini disebut dengan Mie Godhog. Resep yang disajikan berasal dari orang Yogyakarta asli, Pak Suradi yang kerap disapa Mbah Suro. “Dari bumbu sampai cara masak dari dia,” tutur Usman.

Salah satu  bumbu wajib adalah bawang putih. Potongan tomat serta kol kerap muncul sebagai bahan dasar. Tak ketinggalan, tentunya suwiran daging ayam kampung sebagai lauknya. Untuk kuahnya terkadang kental maupun bening. Ini tergantung dari saat memasaknya. Yang istimewa dari proses memasaknya adalah penggunaan arang.

“Pakai arang itu ciri khas dari Yogya. Kalau menurut pelanggan, banyak yang ngomong lebih enak pakai arang. Malah ada yang ngomong, kalau nggak pakai arang, nggak mau,” ujar Usman.

Tak hanya dari Yogyakarta saja, Mie Godhog ini ada pula yang hasil kreasi dari Kebumen. Untuk yang satu ini bisa dicoba di Kedai Bumen Jaya 2 yang berlokasi di kawasan Bendungan Hilir. Kedai ini merupakan cabang ke-dua dari Bumen Jaya yang letaknya hanya sekitar 500 meter saja. Walau begitu, hidangan yang disajikan tetap sama, di antaranya Mie Godhog.

“Di Kebumen sendiri banyak yang jual Mie Godhog. Awalnya Alm. Pak Sanusi yang menjual di Jakarta sejak 1970-an, “ jelas Pak Waroyo, juru masak di Bumen Jaya 2.

Mie Godhog di kedai ini secara tampilan tak jauh berbeda dari lainnya, namun menurutnya proses meracik bumbu yang digunakanlah yang membedakannya. Bawang putih dan kemiri terlebih dahulu digoreng. Baru setelahnya dimasukkan daun bawang, telur, serta tomat. Untuk bumbu dan proses pembuatannya persis sama dengan apa yang dahulu dibuat oleh pendiri kedai ini. Ia tak merubahnya sedikit pun.

Kekhasan cita rasa Mie Godhog khas Kebumen di kedai ini telah membuatnya dikenal hingga ke berbagai kota di sekitar Jakarta. Banyak juga pelanggan setianya yang datang spesial dari Tangerang, Bekasi, hingga Depok. Dan, tak cuma orang Jawa saja yang ternyata menyukainya. Banyak pula dari daerah lain yang senang menyantap Mie Godhog.

Nah, kini pilihan ada di tangan Anda. Ingin merasakan Mie Godhog ala Yogyakarta tinggal bertandang ke Panglima Polim. Atau, jika ingin yang ala Kebumen sila mampir ke Bendungan Hilir.

Contact the writer at martin.johnindra@mediasatu.com
Follow him on Twitter: @johnindra

Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.