Olahraga atau latihan fisik tidak hanya menguatkan otot-otot. Olahraga yang teratur serta cukup porsinya juga menguatkan tulang-tulang. Berolahraga teratur sampai lanjut usia akan dapat mengurangi frekuensi dari fraktur (patah tulang) karena osteoporosis.

Tulang adalah jaringan yang dinamis yang diatur faktor-faktor endokrin, nutrisi dan aktivitas fisik terus-menerus dalam segala kegiatan. Akhir-akhir ini, peneliti mulai fokus terutama pada pengaruh kekurangan hormon dan kalsium (zat kapur) terhadap berkurangnya dan bertambahnya kepadatan tulang. Khususnya pada wanita dengan menekankan pentingnya faktor aktivitas fisik atau latihan olahraga sebagai usaha penanggulangan osteoporosis atau keropos tulang yang merupakan proses degenerasi pada tulang. Tingkat kepadatan tulang pada atlet sangat erat hubungannya dengan beban latihan yang dilakukan.

Kita semua haruslah mengetahui bahwa tulang kita ini memerlukan sejumlah pembebanan yang sedang-sedang saja seumur hidup, untuk memelihara agar tulang-tulang kita selalu kuat dan sehat. Banyak para lanjut usia yang mengira bahwa latihan-latihan olahraga tidak perlu untuk para lanjut usia. Hal itu tidaklah benar.

Penelitian-penelitian membuktikan bahwa tulang-tulang dan sendi-sendi pada para lanjut usia haruslah selalu mendapat pembebanan secara terus menerus dan latihan-latihan olahraga atau aktivitas fisik, agar tulang selalu tetap kuat dan aktif. Penelitian yang dilakukan Dalen dan Olsen pada pria-pria lanjut usia penggemar lintas alam, didapati berbedaan masa tulang yang mencolok pada kaki (20%) dan pada tulang-tulang pinggangnya (10%) daripada mereka yang tidak berolahraga. Pada para penggemar lintas alam tadi massa tulangnya lebih padat.

Pada penelitian lain yang meneliti pengaruh latihan-latihan olahraga beban pada wanita-wanita yang telah mengalami menopause, umur antara 53—74 tahun, ternyata terdapat kenaikan kepadatan tulangnya sebanyak 3,8% pada tulang lengan bawahnya setelah melakukan latihan 5 bulan, seminggu 3 kali latihan, dan setiap kali latihan 50 menit. Sementara pada grup yang tidak melakukan latihan kepadatan tulangnya terus menurun.

Latihan-latihan olahraga juga penting untuk memelihara keutuhan semua bentuk sendi-sendi sumur hidup. Oleh karena itu haruslah hati-hati meningkatkan aktivitas fisik dalam memelihara agar tidak terjadi cedera atau gangguan-gangguan lain pada sendi-sendinya.

Maka dapatlah disimpulkan bahwa latihan-latihan olahraga sangat diperlukan untuk pencegahan maupun pengobatan osteoporosis. Namun demikian, perlu diketahui bahwa latihan-latihan olahraga untuk pencegahan osteoporosis sangat berbeda dengan latihan olahraga untuk rehabilitasi osteoporosis. Jadi bagi mereka yang telah mengalami osteoporosis harus melakukan latihan-latihan olahraga khusus untuk rehabilitasi osteoporosis.