Demikian ungkap Barry Likumahuwa di hari pertama gelaran Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012.

 

Ya, dua hari kemudian tepatnya Minggu, 5 Maret 2012,  rasa antusias yang tinggi masih terlihat di wajah-wajah para pengunjung Java Jazz.  Lautan manusia hilir mudik di selasar, ruang pamer hingga ruang pertunjukkan di JIExpo Kemayoran.  

Para pecinta Jazz nampaknya tengah sibuk mereguk dahaga terhadap musik kecintaan mereka, sebuah dahaga yang kemudian di puaskan dalam tiga hari gelaran yang selalu diadakan pada bulan Maret setiap tahunnya, selama 8 tahun terakhir.

Ada beberapa pemandangan menarik selama digelarnya Java Jazz 2012. Diantaranya adalah Pat Metheny, pemenang 18 kali Grammy Awards ini nampak sibuk mengelilingi hall JIExpo tanpa disadari oleh para penonton lainnya. Lalu ada Idang Rasjidi yang menampilkan penampilan aktraktif dari kedua putranya, Shaku yang ahli memainkan drums dan Shadu pandai di bass. Panggung tempat dimana keduanya tampil tampak penuh sesak dengan penonton walau mereka tidak mengetahui siapa musisi yang mereka tonton. Ini membuktikan bahwa pengunjung siap menikmati musik jazz kesukaan mereka tanpa ambil pusing siapa band yang membawakannya. 

Pemandangan lain yang tak kalah menggelitik adalah pengunjung yang datang tak hanya di penuhi oleh kaum tua yang identik dengan genre musik ini, mulai dari kaum muda bahkan anak-anak tak kalah antusiasnya mengisi setiap hall yang menyajikan spesial show dari berbagai artis musik jazz dalam dan luar negeri.

Pada akhirnya pada 2, 3, 4 Maret tahun ini, Indonesia layak menyebutnya sebagai Hari Raya Jazz dimana musik jazz menemukan sebuah rumah yang nyaman baginya.

Contact the writer: Ferry.ardiansyah@mediasatu.com

Twitter: @ferryta