Konsistensinya dalam berinovasi membawa top Mixologist asal Amerika, Ryan Thomas Margarian, meraih berbagai penghargaan bergengsi, salah satunya “Best Bartender in Seattle”. Apa rahasianya? Simak perbincangan berikut.

Apa yang paling Anda senangi dalam menjadi seorang Mixologist?

Ada kesenangan tersendiri ketika saya mencoba menemukan intensitas yang tepat dalam proses meracik. Ide dasarnya adalah bagaimana untuk meraih perfect balance dalam setiap minuman yang saya buat. Bagian favorit saya adalah ketika mengolah segala jenis bahan yang memungkinkan untuk dijadikan minuman dan akhirnya menghasilkan suatu minuman yang luar biasa. Mencari bahan-bahan esensial yang tepat itu bagaikan bermain Rubik’s Cube. Anda harus terus menerus memancing agar tercipta kombinasi yang paling bagus. I love the process!

Dari mana Anda menemukan inspirasi dalam proses tersebut?

Saya menemukan banyak ide dari makanan, sebut saja salad contohnya. Dapat dikatakan 'dapur' adalah inspirasi terbesar yang paling mempengaruhi saya. Walaupun saya mendapat ilham untuk mengkreasikan sesuatu dari hal-hal lain, namun tetap saja ada sentuhan inspirasi dari dapur, serta para chef di dunia kuliner.

Apakah ini pertama kalinya Anda berkunjung ke Jakarta?

Ya. Di sini saya bertemu banyak orang dan kultur baru. Sebenarnya masih jetlag karena dibutuhkan 31 jam untuk terbang dari tanah kelahiran saya ke sini. Tapi sebelumnya saya sudah melakukan penelitian singkat, seperti membaca buku, agar saya dapat membaur dengan kultur Jakarta.

Kreasi minuman apa yang Anda persembahkan dalam kunjungan di Jakarta ini?

Minuman-minuman yang saya presentasikan merupakan kombinasi dengan hasil karya Ben (Browning) juga. Karena kami berdua merupakan pecinta classic cocktails, kami akan meraciknya dengan paduan bahan-bahan lokal yang kami temukan disini, membuat simple classic twist daripadanya, dan mencampurnya dengan Bourbon kota terbaik. We’re going to make something that will express the culinary sensibility here.

Apa yang akan Anda sarankan jika kita ingin mengadakan Cocktail Party di rumah?

Saya tipe orang yang senang untuk melayani orang lain. I like making people feel comfortable. Maka untuk acara kasual saya lebih memilih jenis minuman yang tidak mengintimidasi mereka. Saya selalu menyediakan beer, red & white wine, serta sparkling wine. Then I’d like to do no more than 3 single shots cocktails. Lebih mudah, selain itu kualitas juga tetap diutamakan daripada kuantitas.

Apakah Anda akan menikmati cocktails dengan makanan kesukaan atau ada cara lain untuk menikmatinya sendiri?

Saya biasanya menikmati cocktails dengan salad. Tapi tak ada salahnya juga untuk menyandingkannya dengan jenis makanan-makanan lain, selama intensitasnya pas.

Jenis bahan-bahan apa sajakah yang ‘wajib’ dimiliki oleh seorang Mixologist?

Yang pasti saya selalu menyiapkan satu botol vodka, tequila, bourbon, cognac, dan simple syrup. Dari situ saja Anda dapat mengkreasikan banyak sekali minuman.

Apakah Anda memiliki tips bagi para pemula dalam meracik minuman sendiri di rumah?

Tips for domestic mixologists: keep it simple! Jangan terlalu terburu-buru, tapi selalu gunakan bahan-bahan segar yang berkualitas. Bahkan, Anda dapat membuat suatu minuman hanya berdasarkan sirup homemade di rumah. Selalu tambahkan sedikit vodka untuk mengangkat rasa. Don’t forget to always measure all your ingredients. Karena, bahan cair tentu berbeda dengan makanan, salah takar sedikit saja sudah dapat mempengaruhi indera perasa kita. Artinya, tidak ada tempat untuk ‘bersembunyi’. Be careful to measure, shake correctly, stir correctly. Tak ada salahnya untuk membaca buku-buku panduan untuk meramu minuman. Salah satu rekomen saya, berjudul “IMBIBE”. Itu merupakan salah satu buku terbaik dalam sejarah cocktails. It’s a good reference for bartender’s guide.

 

Contact the writer at kishi.ereny@mediasatu.com