Di tangan anak-anak muda Indonesia, lahirlah kreasi jam tangan lokal yang ramah lingkungan dan sangat unik karena tidak menggunakan rangka dari bahan karet, stainless stell, atau titanium.

Jam tangan bermerek MATOA ini menggunakan kayu sebagai kerangkanya. Nama MATOA sendiri diambil dari nama salah satu pohon khas Indonesia, matoa, yang tumbuh di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Untuk bahan baku, digunakan kayu sonokeling dari Indonesia dan kayu maple yang diimpor dari Kanada. Kedua jenis kayu ini dipilih karena teksturnya halus dan tahan terhadap hantaman dan tekanan. “Urban, Simplicity, Nature” menjadi konsep dari gaya MATOA.


Terdapat empat jenis jam tangan yang bisa menjadi pilihan Anda, yakni Karo untuk tampilan kasual dan formal, Sumba dengan gaya chic dan eksotis, Rote yang mewah, serta Flores dengan desain simple, clean, dan attractive. Saat ini produk MATOA masih dijual melalui media sosial saja karena jumlah produksi yang masih terbatas, sekitar 100 buah jam tangan perbulan. So, grab it fast!

Fast Track:

Untuk pemesanan :
mail@matoa-indonesia.com
Twitter : @matoa_talks


Contact the writer at dearesti.jodistia@mediasatu.com
Twitter: @dearestjr