Pemprov DKI Jakarta telah punya Perda yang melarang corat-coret di tempat umum.

Keberadaan Street Culture, seperti mural dan graffiti memang seperti dua mata koin. Ada yang menggemari keberadaannya, ada pula yang menganggap keberadaannya di tembok-tembok ibukota hanya mengganggu pandangan mata.

Nah, warga Jakarta yang suka melakukan aksi corat-coret di tembok atau fasilitas umum lainnya kini harus berpikir dua kali untuk melancarkan aksinya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan sanksi tegas bagi para pelaku. Sanksi tersebut tertuang dalam Surat Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2013 tentang larangan mencoret-coret, menulis, melukis, menempel iklan pada sarana umum yang dikeluarkan pada 18 April 2013.

Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 21 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum dan untuk menciptakan keindahan, kebersihan, serta ketertiban menuju Jakarta Baru, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengimbau warga Jakarta untuk tidak melakukan aksi corat-coret, menulis, melukis, dan menempel iklan pada dinding atau tembok, jembatan penyeberangan orang, halte, tiang listrik, pohon, kendaraan umum, serta sarana umum lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, pelaku corat coret diancam hukuman penjara maksimal 60 hari atau denda maksimal Rp20 juta. Wow!

Contact the writer at audi.fareza@mediasatu.com
Twitter: @farezaudi