Di antara deretan restoran dan kafe di bilangan Senopati, ada restoran yang menghadirkan nuansa industrial. Musik jazz swing dan interior art deco di tahun 1920-an menjadi teman yang baik saat  mencicipi hidangan di sana.

Bistro dan winebar tiga lantai ini mengajak saya merasakan pengalaman kuliner di New York di era keemasan para imigran Eropa. Nuansa tahun 1920 menjadi pilihannya. Dimulai dari ground floor dengan dua ruangan privat. Hemingway dan Capone, nama kedua ruangan itu, menjadi menjadi penanda New York di masa silam. Ernest Hemingway adalah penulis sekaligus wartawan dari sebuah harian paling terpercaya di masa itu, namanya Publico.


Menaiki tangga berbentuk melingkar dengan gaya klasik, saya ada di lantai satu. Ini main room Publico. Dibagi dua sisi, sisi kanan ada open bar dan open kitchen, sisi kiri deretan meja dan kursi tempatnya para tamu. Sisi kiri ini juga dibagi dua dengan parquet dan ubin bermotif kubus yang menjadi pembaginya. Sudut berlapis parquet berhadapan langsung dengan jendela besar ke arah jalan raya, diisi kursi besi berwarna perak dengan ukuran meja yang panjang. Cukup untuk menampung 10 orang. Sedangkan di tempat yang agak ke tengah, dengan ubin bermotif kubus, jadi  tempat ngobrol dalam jumlah yang lebih kecil. Ada satu meja bundar dan  empat kursi besi berwarna hitam dan kuning. Di lantai 1 ini juga ada wine celar dengan koleksi wine dari berbagai negara.


Untuk hidangan, Publico menghadirkan menu-menu seperti Beef Tenderloin Fussili, Creamy Smoked Scallop, Crispy Soy Glazed Black Cod, Duck Aglio Oglio, Oven Grilled Chicken Breast Stuffed with Pesto. Nah, menu grilled yang disajikan Publico jadi istimewa karena dimasak dengan menggunakan Inka Charcoal Grill Oven yang diimpor khusus dari Inggris. Inka Grill itu hadir untuk menyesuaikan konsep yang diusung Publico, di mana pada era tersebut, memasak atau mengolah makanan masih menggunakan pembakaran arang tradisional. Hasilnya tentu menghadirkan aroma, kelezatan serta tingkat kematangan yang berbeda pada berbagai macam grill product.


Pendamping makanan, ada banyak minuman spesial yang disiapkan resident mixologist disana. Minuman yang menjadi ciri khas Publico di antaranya adalah Maiden Moonshine, Gentleman’s Port, Le bleu de France, dan Mango Cabana.  Le bleu de France adalah campuran peach liquor, vanilla vodka, lemon, lime cordial, dan blue curcoa foam. Mango Cabana ini terdiri dari gold rum, cointrear, mango purel, lemon mayo flakes of mango caviar. Rasanya benar-benar menyegarkan.


Sambil menikmati makanan dan minuman, musik ala tahun 1920 jadi temannya. Saat weekdays, Publico menyajikan live music yang memainkan jazz, jazz pop, jazz swing, dan swing. Menjelang weekend, di lantai 2 ada resident DJ yang siap memainkan musik jazz dan swing dengan sentuhan musik elektronik. So, welcome to the roaring twenties!

 

Contact the writer: nevy.elysa@mediasatu.com
Twitter: @nevy_elysa