Jeli Melihat Peluang

Bisa dibilang, peluang untuk melakukan bisnis bisa hadir di mana saja. Hal terpenting adalah jeli melihat peluang itu. Inilah yang dilakukan Ari Lizuardi bersama dua orang temannya. Memanfaatkan kesenangan banyak orang berfoto selfie atau beramai-ramai, hadirlah sebuah bisnis start-up Tap and Print. Simak obrolan sang co-founder dengan Nevy Elysa berikut.

 

Sejak kapan memulai usaha Tap and Print?

Secara resmi, bisnis ini dimulai sejak Desember 2014. Pekerjaan pertama didapat saat ada event di Plaza Indonesia, Januari 2015.

 

Siapa saja orang-orang di balik layar Tap and Print?

Kami memulai bisnis ini bertiga. Dua teman saya adalah fotografer. Kami bagi-bagi tugas menangani marketing, produksi, sedangkan saya bagian teknis, membuat software.

 

Mengapa memilih Tap and Print sebagai usaha yang digeluti?

Kami melihat orang-orang gemar berfoto. Suatu waktu, di sebuah pernikahan saya melihat orang-orang mengantre untuk berfoto di booth yang fotonya langsung jadi. Dari situ saya berpikir, sekarang semua orang pakai smart phone. Mengapa mereka tidak berfoto sendiri dengan hand phone mereka lalu mengunggahnya ke Instagram atau Twitter? Setelah itu, software yang kami buat akan mencetak foto itu. Ide ini ternyata disukai orang-orang karena mereka menganggapnya lucu dan seru.

 

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi Tap and Print?

Karena kebetulan background pendidikan saya adalah programming, software ini bisa dibuat sekitar satu atau dua bulan.

 

Apa Tap and Print hanya ada di Jakarta atau sudah merambah ke kota lain?

Setelah beberapa bulan ada di Jakarta, kebetulan kemarin kami mendapatkan pekerjaan pertama di luar kota, yaitu Yogyakarta.

 

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan jasa Tap and Print?

Kami punya dua paket, yaitu paket tiga jam dengan biaya sebesar Rp7 juta dan paket 12 jam sebesar Rp12 juta. Paket tiga jam terdiri dari unlimited printing selama tiga jam. Ada operator dan usher yang bisa membantu memotret. Paket 12 jam juga unlimited printing. Bedanya, ada dua usher. Biasanya ini untuk ibu-ibu yang kurang paham teknologi. Kedua usher itu akan membantu memotret sekaligus menghubungkan ke media sosial.

 

Siapa saja klien Tap and Print?   

Sejauh ini, banyak perusahaan yang menggunakan jasa kami. Selain itu, ada juga beberapa event yang hits di Jakarta.

 

Apa tantangan menjalani bisnis ini?

Kalau event berlangsung pagi, sejak subuh kami sudah harus loading. Kami juga menemui kendala kalau kebetulan dalam satu hari ada beberapa event. Kami belum punya kru yang banyak.

 

Pernah punya pengalaman yang menyenangkan dengan klien?

Saya senang melihat reaksi orang-orang begitu mereka selesai berfoto dan melihat hasilnya dalam bentuk print. Mereka excited begitu tahu bahwa foto yang diambil dari hand phone mereka bisa langsung dicetak. Saya senang melihat wajah-wajah bahagia.

 

Bagaimana prospek bisnis ini?

Sejauh ini, orang Indonesia itu senang berfoto. Jadi, saya melihat bisnis ini akan berlangsung lama.