Sejak pertama kali membuka pintunya pada 2011, Liberica Coffee telah menjadi tempat pilihan berbagai kalangan untuk menghabiskan waktu dengan teman atau rekan bisnis sembari menyesap secangkir kopi.

Nama Liberica diambil dari salah satu varian biji kopi unik yang ditemukan di Liberia, Afrika, yang kemudian diperkenalkan ke berbagai wilayah di dunia termasuk Indonesia. Lantas variasi kopi apa saja yang ditawarkan oleh Liberica Coffee kepada para pengunjungnya?



 

Brewing

Umumnya ada dua cara untuk menyeduh kopi, yaitu dengan proses manual atau menggunakan mesin. Mesin penyeduh kopi sendiri terbagi atas mesin otomatis dan mesin manual yang masih memerlukan keahlian barista untuk mencapai pengaturan yang tepat. Untuk itu, Liberica menggunakan mesin La Marzocco dari Italia yang sepenuhnya manual namun tetap dibalut dengan desain modern. Ketika membuat kopi, barista harus paham betul mengenai pengaturan, tekanan, serta teknik-teknik brewing ketika menggunakan alat tersebut untuk menghasilkan secangkir kopi dengan kenikmatan yang tepat. “Karena tekniknya tidak otomatis, setiap pembuatan kopi ada seninya. Para barista bukan hanya pembuat kopi, tetapi juga seniman. Dengan mereka memahami tipe biji kopi dan cita rasa kopinya, mereka tahu cara menggunakan mesin ini dan bagaimana mengolah biji-biji kopi tersebut menjadi secangkir kopi yang sempurna,” ujar Rama, Marketing Communication dari Liberica Coffee. Sedangkan, untuk manual brewing, Liberica Coffee menghadirkan beberapa metode variasi, yaitu Syphon, Chemex, V60, Vietnamese Brewer, dan French Press, untuk menyajikan kopi murni tanpa ampas.

 

Biji-biji Kopi

Liberica Coffee mengambil biji-biji kopinya dari Kopiku yang bermitra dengan para penghasil kopi di Indonesia. Jenis-jenis biji kopi yang tersedia di Liberica pun berbeda-beda, bergantung pada musim. Hal ini disebabkan kondisi cuaca sangat mempengaruhi keadaan perkebunan kopi yang akan berdampak pada hasilnya. Berbagai faktor patut diperhatikan, seperti curah hujan, rentang waktu hujan, atau berapa lama musim kemarau berlangsung karena mereka mempengaruhi keadaan tanah yang berujung ke kondisi biji kopi. Maka, konsistensi biji kopi selalu dicek secara berkala untuk menghindari perubahan dalam segi rasa. Jika dari biji kopi tertentu, Liberica Coffee akan mencari biji kopi dari tempat lainnya yang memiliki rasa serupa tetapi tak sama sekaligus memperkenalkan biji kopi baru tersebut kepada para pengunjungnya. Beberapa biji kopi yang tersedia di Liberica Coffee antara lain Aceh Dolok Sanggul (bercita rasa manis dengan sentuhan rasa rempah-rempah, anggur, dan cokelat), Bali Kintamani (beraroma jeruk dan almond serta cita rasa serai), Bone-bone Sulawesi (aroma bunga dengan rasa jeruk yang manis, karamel, dan kacang panggang), West Java Garut (rasa buah-buahan dengan lapisan manis dan asam), dan West Java Pitaloka (bercita rasa manis dan kompleks dengan aftertaste rasa jahe). Karena setiap orang memiliki preferensi kopi masing-masing, Liberica Coffee mencoba menghadirkan beragam jenis kopi untuk memenuhi keinginan mereka.





Signature Cup

Crème Brule Latte atau Bailey’s Tiramisu Latte merupakan bagian dari menu specialties Liberica Coffee.





Barista

Salah satu sosok barista yang menonjol adalah Eko. Ia telah berkecimpung di dunia seduh-menyeduh kopi selama tujuh tahun lamanya dan berpindah-pindah dari satu coffee shop ke coffee shop lainnya hingga akhirnya ‘mendarat’ di Liberica Coffee.



 

Harga

- Classic and Signature Cups: Rp28.000,00—Rp.55.000,00

- Manual Brewing: Rp50.000,00

- Kopi Luwak: Rp165.000,00





Alamat

Liberica

Cilandak Town Square Lantai Dasar, Kav.17

Jln. Tahi Bonar Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan

Telp.: 021-75916366

Buka: 08.00 – 00.00

 

 

 

 

 

Contact the writer: kishi.ereny@mediasatu.com