Dengan dikeluarkannya peraturan baru mengenai kantong plastik oleh pemerintah Indonesia, AkzoNobel produsen Dulux berkolaborasi dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) untuk meningkatkan kesadaran dengan mengurangi pemakaian kantong plastik.

Sampah plastik dianggap sebagai salah satu yang paling berbahaya di bumi karena dibutuhkan waktu yang lama untuk menguraikan komponen kimianya. Maka dari itu, seiring merayakan Hari Bumi, kegiatan #RampokPlastik ini diawali di Alun-alun Kota Bandung, Jl. Asia Afrika dan Jl. Cikapundung Timur di Bandung.
 
“Konsumsi kantong plastik di Indonesia memang tinggi dan memerlukan usaha gabungan dari pemerintah, komunitas, dan sektor swasta serta publik untuk mengatasi masalah ini. Kami benar-benar berterimakasih atas kolaborasi bersama AkzoNobel untuk melindungi lingkungan hidup dan mengajak orang-orang untuk memakai tas reusable. Kami berharap akan lebih banyak orang bergabung dengan kami untuk mengatasi masalah lingkungan ini,” kata Nadine Zamira, Co-Founder Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik dan Miss Earth 2009.

Kegiatan Rampok Plastik bertujuan untuk mengajak orang-orang lebih sering menggunakan tas reusable dibandingkan kantong plastik dengan cara merampok kantong plastik yang dibawa dan menukarnya dengan tas reusable. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Greeneration pada tahun 2016, sampah plastik di Indonesia sudah mencapai 4.000 ton per hari, yang sebagian besar terdiri dari kantong plastik.

Inilah yang membuat karyawan AkzoNobel dan sukarelawan bersama-sama membagikan tas reusable untuk melindungi lingkungan hidup. Secara internal, AkzoNobel sudah membagikan tas reusable kepada 350 karyawan AkzoNobel di Indonesia.

“Sebagai pemimpin di bidang keberlanjutan (sustainability), kami percaya kami harus menerapkan kebiasaan menggunakan tas reusable terlebih dahulu sebelum kami mengajak orang lain untuk melakukan hal serupa,” ungkap Anastasia Tirtabudi, Head of Brand and Consumer Marketing PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints). (bil)