LUAS (Lari Untuk Amal Sosial)

 

Lewat lari, ia bersama IndoRunners berinisiatif menggagas sebuah program sosial bernama LUAS (Lari Untuk Amal Sosial). Baginya, setiap peluh dan kilometer yang dicapai para pelari dapat diwujudkan sebagai bantuan sosial bagi masyarakat serta berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Simak bincang-bincang bersama penggagas program LUAS (Lari Untuk Amal Sosial) & comitee of IndoRunners Holip Soekawan.

 

 

 

 


1. Apa yang ingin IndoRunners sampaikan melalui program LUAS (Lari Untuk Amal Sosial) ?

 

IndoRunners ingin mengkampanyekan bahwa berlari itu selain baik untuk diri sendiri dan juga dapat berguna bagi orang lain. LUAS menjadi kegiatan sosial IndoRunners yang telah dijalankan sejak 2013. Di tahun 2016, LUAS telah memasuki tahap keempat dan setiap menjalankan program sosialnya, kami menggandeng sebuah perusahaan yang memiliki misi & visi sejalan dengan IndoRunners.

 

 


2. Bisa diceritakan awal kegiatan sosial IndoRunners melalui program LUAS ini ?

 

Di tahap pertama LUAS berkolaborasi bersama Golden Truly, tahap kedua bersama BW Plantation, ketiga dan sekarang menggadeng Pan Brothers. Core kegiatan ini seluruhnya tentang kegiatan sosial dan kontribusinya pada Indonesia. Sebelum terwujud nama LUAS, kegiatan ini berawal dari program “Lari Untuk Membaca” yang disertai dengan penyumbangan buku. Antusiasme yang cukup besar dari peserta membuat kegiatan “Lari Untuk Membaca” mewujudkan sebuah perpustakaan (ruang baca) di Sleman, tidak lagi hanya memberikan buku saja. 

 

Pada waktu itu kegiatan sosial “Lari Untuk Membaca” sebenarnya masih merupakan kegiatan yang kecil. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan setiap minggu di Car Free Day yaitu berlari untuk kaleng kornet di Idul Ad’ha. Dari situ kita melihat potensi yang besar dan dapat dijadikan sesuatu yang berskala besar. 

 

 


3. Apa saja yang telah diwujudkan oleh program LUAS ?

 

Bersama Golden Truly kita membangun rumah singgah di pemukiman kurang mampu yang berfungsi mendidik warga untuk memiliki skill. Rumah sakit bertaraf internasional di Betang Pambelum, Palangkaraya, terwujud bersama BW Plantation. Dan dua tahun berturut-turut bersama Pan Brothers untuk program pemberian beasiswa SMA Sederajat di tahun 2015 dan Sarjana di tahun ini. 

 

 


4. Mengapa kali ini IndoRunners menggandeng Pan Brothers untuk melakukan kegiatan sosial LUAS ?

 

IndoRunners sengaja selalu mencari perusahaan yang memiliki visi sama. Pertama harus memiliki program CSR (Corporate Social Responsibility) yang benar yang juga ikut menyehatkan bangsa. Karena itulah LUAS dua tahun ini berkolaborasi bersama Pan Brothers yang dinilai memiliki program CSR yang suistanable serta sekaligus berkontribusi  besar untuk masa depan Indonesia.

 

 

 

5. Bagaimana mekanisme program LUAS bersama Pan Brothers untuk beasiswa sarjana ?

 

Kesepakatannya adalah kami menukar dua juta kilometer dengan dana 6 miliar rupiah dari Pan Brothers untuk beasiswa sarjana. Secara praktis satu kilometernya dihargai dengan 3.000 rupiah. Beasiswa sarjana ini berkesinambungan hingga 4 tahun kedepan sesuai masa pendidikan strata satu. 

 

Program LUAS bersama Pan Brothers tahun lalu, beasiswa untuk SMA Sederajat, masih berjalan hingga tahun depan. Maka dari itu, sebagian dari penerima beasiswa SMA tersebut dapat berkesempatan mendapat beasiswa sarjana ini. 

 

 

 

6. Apa harapannya untuk LUAS di masa mendatang ?

 

Harapan kami semakin banyak perusahaan, salah satunya seperti Pan Brothers, untuk ber-partner bersama program LUAS. Sehingga kami juga bisa mengajak lebih banyak masyarakat untuk ikut berlari dengan tujuan amal sosial. Kita mengajak masyarakat luas untuk mulai berlari dan terus berlari. 

 

Kami dari IndoRunners juga ingin suatu saat dapat secara konsisten turut berkontribusi menyehatkan bangsa. Setiap tahunnya, kami berkontribusi 500 ribu hingga 1 juta kilometer untuk berlari. IndoRunners juga berharap suatu saat dapat menyumbang minimum 10 juta kilometer lari setiap tahunnya.