Frankly Speaking

Putaran tanpa Akhir Pilgub Jakarta

April, 30th 2012 |  by  Sujiwo Tejo

Sssstttt...Agustus nanti ikut contrengan Gubernur DKI Jakarta nggak? Heuheuheu...

img

Sudah kapok dibohongi janji-janji kampanye ya? Ya, sud...Eh, tapi manusia hidup selalu masih butuh gombal, lho. Gombal beneran dibuang di got-got, memang. Tapi gombal kata-kata masih diam-diam kita perhatikan.
 
Jangan sampai janji kita anggap telah mati bagai kuburan. Dengan janji manusia juga bisa terhibur kok. Ibarat warga Jakarta di perkampungan padat terhibur oleh kuburan. Di tanah makam mereka bisa bermain-main sambil berlarian sembari ngabuburit kalau pas bulan Ramadhan.
Read More

Cinta Inklusif, Cinta Eksklusif

February, 24th 2012 |  by  Sujiwo Tejo

Waktu memang cepat berlalu. Ini klise. Tapi masa

img

Rasanya pagi itu baru kemarin saya dan Rendra serta istrinya, Ken Zuraida, sarapan nyaris subuh-subuh di rumah mereka di Depok. Ternyata itu telah lewat duapuluh tahunan. Saya baru ngeh ketika November kemarin ketemu Mbak Ida di Taman Budaya Jawa Timur. Ia mementaskan drama Mastodon dan Burung Kondor, karya saduran dari suaminya yang telah almarhum.

n

"Persiapan kami berbulan-bulan," kata Tika, salah seorang pemain teater Mastodon tentang latihan di sanggar almarhum di Cipayung. B ...Read More

Ini Bukan Naga John Lennon

February, 2nd 2012 |  by  Sujiwo Tejo

Kenapa leluhur para penggubah lakon wayang di Nusantara memakai simbol naga? Kok bukan panda dan lain-lain penanda kebudayaan Cina?

img

Omong-omong soal naga, saya pertama kali tidak mengetahuinya dari per-shio-an. Awal saya melihatnya waktu kanak-kanak malah pada gayor alias tiang gong gamelan ayah. Ada ragam hias dua ekor ular besar di sana. Ekor mereka bertemu di tengah gayor. Kepala ular-ular bermahkota itu ada di kedua ujung gayor menghadap keluar. Mulut masing-masing sama menganga antara tawa dan seringai.
   
"Itu naga," jelas ayah, "bukan ular."
   
Wa ...Read More

Kesurupan Resolusi Dinding Kamar

January, 18th 2012 |  by  Sujiwo Tejo

Jika resolusi suatu lembaga formal yang didukung oleh banyak negara saja seabreg yang akhirnya omdo, apalagi resolusi yang cuma ditulis oleh seorang pribadi.

img

Saya lihat di dinding ada tulisan tentang target-target yang harus dicapai dalam hidup. Itu saya baca waktu numpang tidur di kamar anak saya di Dago, Bandung Utara. Seingat saya ada sepuluh butir dengan aksara yang berwarna-warni. Letaknya tepat di atas meja belajar.
    
Beberapa tahun sebelumnya saya pernah ndak sengaja nonton televisi. Acaranya seputar psikologi. Dibilang oleh narasumbernya bahwa sesuatu yang visual dapat membantu membangkitkan energi. Tulisan tentang e ...Read More

Seputar I'll Do My Best...

December, 13th 2011 |  by  Sujiwo Tejo

Sebesar apakah kesanggupan atau mimpi yang tak terucap itu sehingga hasil kongkretnya melampaui ucapan? Sebesar gunung? Bumi? Matahari?

img

Kalimat Inggris yang menyentak perhatian saya ketika pertama mendengarnya adalah "I'll do my best". Wuiiiih.... I'll do my best. Kesan saya gimanaaa gitu.

n

Dalam tradisi Jawa, dan mungkin juga dalam beberapa tradisi lain di Nusantara, jika kita membayangkan sanggup 100 persen, yang kita janjikan cuma 50 persen. Sisanya kita siapkan untuk mbikin kejutan di akhir pekerjaan.

n

Maka jawaban mereka kalau diberi tugas atau sekadar disandari harapan oleh orang lain adalah, "Sagah dereng k ...Read More

Nasi Kucing Dianggap Nasi Orang

November, 24th 2011 |  by  Sujiwo Tejo

Sesuatu tergantung pada anggapan kita tentang sesuatu itu.

img

Bila kita mikir istilah "kaki lima" berdasar jumlah tapak, berarti PKL alias pedagang kaki lima, tuh, penjaja yang bertumpu pada dua kaki miliknya ditambah tiga kaki gerobak. Lain soal kalau kita mengenang masa kolonial. Kala itu, jalan raya diharuskan mengandung trotoar minimal selebar lima kaki. Kurang lebih 1,5 meter. Setelah kemerdekaan, areal pejalan kaki ini diisi oleh para pedagang. Lalu, disebutlah mereka pedagang kaki lima, meski lebih tepatnya pedagang lima kaki.

n

Apa ...Read More

« previous 1 2 3 4 5 6 7 next »