10 Must Have Cooking Items
February, 2nd 2010 | by Bara Pattirajawane | 3
Coklat memang aroma favorit nomor 1 di dunia
Beberapa kali saya sempat diwawancarai beberapa wartawan. Wawancara biasanya untuk mengetahui lebih banyak tentang profil saya. Lahir di mana? Kapan? Mulai masak sejak usia berapa? Dulu, sekolahnya apa? Dan sebagainya, dan sebagainya. Kalau sudah menyentuh ke bagian dapur dan memasak, ada satu pertanyaan standar yang sering dilontarkan si pewawancara, “Bumbu apa yang harus dimiliki seorang Bara di dapurnya? Sebutkan 3.” Nah, saya akan mengurai sedikit tentang bahan atau bumbu yang menurut saya penting dan esensial untuk selalu ada di dapur. Terutama, untuk mereka yang getol berada di dapur, mengutak-ngatik resep.
Bawang Putih
Bagi saya, bawang putih hukumnya wajib! Saya nyaris mencemplungkan bumbu putih anti-vampir ini ke seluruh makanan yang saya siapkan. Aroma bawang putih selagi ditumis sudah bisa membuat lapar. Plus, bawang putih sehatnya luar biasa. Saya selalu menyiapkan bawang putih dalam jumlah banyak. Cacahan bawang putih (yang menyacahnya pakai food processor mini agar jemari tidak bau) dimasukkan toples mini, kemudian dituang minyak hingga terendam (agar awet). Jadi, setiap memasak, tinggal sendok seperlunya.
Bawang Merah
Sama seperti saudaranya yang putih, bawang ini bisa memberikan aroma dahsyat. Makanan Prancis banyak mengandalkan bumbu bawang merah ini (yang sebenarnya warnanya ungu, jadi harusnya disebut bawang ungu). Saya pun memperlakukannya sama seperti bawang putih. Cacah (food processor) dan simpan (toples dan minyak). Disimpan dalam rendaman minyak zaitun juga sedap.
Saus Tiram
Ini adalah salah satu 'dewa' bumbu masakan Tionghoa. Rasanya yang gurih bisa menyulap masakan yang biasa-biasa saja jadi luar-luar biasa. Ini yang saya lakukan kalau sedang malas mengolah sayuran. Tumis cacahan bawang putih dengan sedikit minyak, masukkan sayuran (bayam, brokoli, kapri, wortel) lalu oseng..oseng..oseng sebentar, terakhir tambahkan saus tiram dan sedikit merica. Aduk sedikit, hidangkan. Enaaak banget!
Butter
Butter ya, bukan margarin. Untuk saya, aroma butter tidak bisa digantikan dengan lemak lain jenis apa pun. Rasanya yang gurih akan membuat makanan menjadi maknyus (pinjam istilah Pak Bondan). Diproses dari susu sapi, butter merupakan bumbu pokok dalam hidangan Prancis. Cake yang disiapkan dengan butter akan memiliki rasa wow lebih dahsat dibanding disiapkan dengan margarin. Oleskan pada roti, lalu beri sedikit selai buah adalah cara makan pagi untuk memulai hari yang terbaik. Butter selalu ada di kulkas saya.
Bubuk Cabe
Saya suka yang jenisnya kasar. Dulu, saya selalu membelinya di Bali Deli, fX Plaza Sudirman. Tapi, apa daya, sekarang Bali Deli sudah tutup. Bubuk cabai yang banyak dijual di pasaran teksturnya benar-benar berupa bubuk halus. Kurang oke. Bubuk cabai saya gunakan kalau sedang mood ingin membakar lidah dengan hidangan pedas. Saya bisa mencampurnya ke apa saja. Pasta dengan saus carbonara, mayonaise, atau ditabur begitu saja di atas nasi putih. Repotnya sekarang, kalau habis, saya harus pesan dari Bali (Bali Deli pusatnya di Pulau Dewata, persisnya dekat Seminyak). Atau, saya bisa membuatnya dengan mencincang kasar cabai merah kering, lalu simpan dalam toples kecil.
Berbagai Bumbu Bubuk
Saya pasti punya bubuk bawang putih dan merah, bubuk daun parsley kering, bubuk jahe, bubuk laos, bubuk sereh, dan bubuk lain yang ada versi segarnya. Gunanya? Kalau kita kehabisan yang segar, ada back-up bumbu. Walaupun aromanya tidak sebaik yang fresh, tapi cukup baik sebagai bumbu pengganti.
Sosis
Sosis itu sangat fleksibel. Dimakan langsung enak. Sebagai isian roti semacam hotdog enak. Diiris-iris lalu dimasukkan dalam sup sayur enak. Disantap dengan nasi juga enak. Pokoknya, mau diapain aja enak. Sosis untuk persediaan selalu saya simpan dalam freezer. Kalau mendadak lapar, tinggal mengolah sosis menjadi suatu hidangan. Jenisnya juga beragam; dengan black pepper, yang dicampur keju, yang berbumbu, atau yang ada rasa pedasnya. Salah satu hidangan breakfast favorit di rumah saya adalah resep berikut. Panaskan minyak zaitun, lalu tumis sosis yang sudah diiris-iris. Taburi dengan sedikit bubuk bawang putih. Goreng hingga sosis mulai sedikit kecoklatan menjadi garing. Kemudian, pecahkan dua butir telur. Aduk sedikit, masak sampai telur matang. Letakkan wajan di meja, lalu langsung cocol dengan roti beramai-ramai. Yummy!
Esens Vanila
Bentuk botolannya yang kualitas baik selalu ada di dapur saya. Esens vanila adalah 'jiwa' dari hasil kue. Aroma yang ditebarkan vanila saat cake dalam oven bisa membuat orang sekejap jatuh cinta pada kita. Beneran, saya sudah membuktikannya.
Dark Chocolate
Seperti saya pernah tulis di area, dari kutipan yang saya baca, 9 dari 10 orang adalah pencinta coklat. Orang yang ke-10 pembohong. Maksudnya sebagai lelucon pastinya. Tapi, coklat memang aroma favorit nomor 1 di dunia. Makanya, saya selalu ada persediaan coklat versi khusus untuk olahan masak. Diolah jadi saus, lalu dituang di atas pancake, oke. Dicacah halus, lalu dicampur es krim, mantap. Dimakan langsung apalagi, sedap banget! Kan, dalam coklat terkandung satu zat yang bisa membuat kita bahagia.
Strawberry
Fungsi buah ini di dapur saya mirip coklat. Untuk menyimpan strawberry segar memang repot. Sebab, buah ini bisa busuk dalam waktu singkat. Jadi, saya bilas dulu dengan air, keringkan, potong batang dan daun hijaunya, masukkan plastik, lalu ke freezer. Strawberry bisa jadi saus atau menjadi resep Sorbet Express. Masukan strawberry beku dalam blender, beri gula halus dan sedikit perasan jeruk lemon, lumatkan. Langsung tuang dalam gelas-gelas kecil.

gesmon
June, 21st 2010
ohya?