BARA'S POTS AND PANS

Ikan Selar Garing Sambal Pete dan Twitter

February, 12th 2010 |  by  Bara Pattirajawane  | 2

Berkat komunikasi yang intensif, kita seolah-olah saling kenal dan bebas mengutarakan pendapat sambil bercanda ringan. Menyenangkan.

img

Walau sudah setahun lalu mendaftarkan identitas saya @BaraTheCook di Twitter, baru dua bulan terakhir ini saya aktif menulis posting-posting di situs pertemanan di dunia internet ini. Twitter memang menyenangkan, karena kita bisa memproklamirkan sekaligus berbagi ke seantero jagad segala pemikiran dan kegiatan yang kita lakukan. Hebatnya, kita bisa mengikuti (following) atau diikuti (followers) oleh siapa saja di seluruh dunia. Mulai dari teman-teman sepermainan, teman kantor, bekas teman sekolah, para selebriti Jakarta, sampai artis Hollywood dan politisi dunia. Kita juga bisa mem-follow atau di-follow oleh mereka yang tidak kita kenal sama sekali. Para manusia terkenal yang saya sendiri follow, antara lain Indy Barends, Ari Tulang, Indra Bekti, Tika Panggabean, Sarah Sechan, Titi DJ yang kebetulan saya kenal pribadi. Atau, yang belum pernah bertatap muka, seperti Paris Hilton, John Legend, Britney Spears, Oprah Winfrey, Ryan Seacrest, dan Dita Von Tesse.

Bagaimana dengan saya sendiri? Well, walau saya tidak pernah merasa sebagai seorang artis (saya nggak nyanyi, main musik, atau main sinetron, apalagi film). Tapi, label “artis” cukup sering ditempel di nama saya oleh banyak orang. Seperti saya pernah tulis di area dulu, akhirnya saya ‘menyerah’. Kalaupun ada orang yang menyebut saya artis, maka saya adalah “artis atau selebriti kompor”. Sebab, wajah saya sudah akrab ditemui di layar kaca lima tahun terakhir melakukan kegiatan yang tidak jauh dari masak-memasak.

Sewaktu saya mendaftarkan ID (identitas) Twitter tahun lalu, yang mem-follow saya sampai dua bulan lalu hanya 30-an orang. Sebab, saya nyaris tidak pernah membuka situs ini. Foto yang terpampang pun hanya gambar siluet seekor burung, yang memang adalah standar Twitter. Tapi, sejak saya aktif ikut nge-twit dan memasang foto pribadi, dalam sekejap, pengikut saya melonjak menjadi ribuan. Saat mengetik artikel ini, jumlah followers saya persisnya 6127 orang. Ini masih sedikit sekali dibanding artis lain yang sudah puluhan ribu (Indy, Indra, Tika, Titi, dan kawan-kawan) sampai yang jutaan (Paris, Ryan, Britney, Oprah, dan kawan-kawan).

Memang, yang maksudnya ingin menginformasikan kepada dunia tentang kegiatan kita (dalam 140 huruf maksimal, termasuk spasi), akhirnya menjadi ajang ngobrol, saling tanya, saling jawab, dan kadang-kadang saling mencela (di antara teman-teman). Saya juga begitu. Tapi, hobi saya adalah memberikan twit tentang kegiatan masak saya. Contoh, twitt yang pernah saya post adalah “BaraTheCook sdg masak dinner: udang dgn sosis salmon thai style pk cabe, bwg putih/merah, jrk nipis & daun ketumbar.” Ternyata, twit-twit yang selalu berbau makanan dan kadang-kadang saya attach foto hasil makanannya sering membuat followers saya cukup heboh. Muncul, deh, respons-respons, seperti “bagi dooong”, “cepeeet kirim ke rumahku”, “mas bara mauwwww…looks good”, atau yang memberikan twit respons dengan “di pic sih keliatan enak tapi aslinya emang enak beneran? :))”, “gue mau unfollow @barathecook karena twit-nya bikin gue laper mlulu”, sampai respons “emang ada ya sosis dari salmon?”, “resepnya bisa dpt di mana?”. Jujur, sangat menyenangkan membaca semua respons. Saya pun berusaha membalas semua yang bentuknya pertanyaan atau sekadar mengucapkan terima kasih kalau twit-nya berupa ungkapan pujian. 

Selama aktif dua bulan ini, saya sudah memberikan 1967 twits (dan ini juga masih sedikit dibanding beberapa orang lain). Hampir semuanya berbau makanan, masakan, dan dapur. Biasanya pun, saya langsung menulis resepnya di note Facebook. Kadang-kadang, saya menulis di Twitter tentang kegiatan non-memasak, seperti “#nowplaying lagi dengerin Who’s The Boss by Diana Ross, sambil beberes meja kerja”, yang langsung direspons dengan “om bara jadul amat sih lagunya? Ketauan deh umurnya”, “mas, aku compile lagu2 barat yg baru2 ya biar semangat”.

Sebenarnya, dari enam ribuan orang yang mem-follow, yang benar-benar saya kenal pribadi barangkali hanya 15%. Tapi, berkat komunikasi yang intensif, kita seolah-olah saling kenal dan bebas mengutarakan pendapat sambil bercanda ringan. Menyenangkan. Dan memang, twit-twit ringanlah yang hanya saya posting. Saya tidak mau marah-marah (apalagi dengan kata-kata kotor) atau membiarkan seluruh dunia tahu bagaimana perasaan pribadi saya saat twit dikirim. Pernah saya menulis,

“di dapur ada ikan selar grg garing dgn sambel pete, makan pk nasi anget dgn tangan, lovely!”. Lalu, ada yang respons, “waah, mas bara juga suka makanan Indonesia”. Maksud loe? Gue penduduk asli, Man! Of course I like Indonesian food!

 

Follow the writer on Twitter

 

Bookmark and Share

2 Comments

nova

February, 12th 2010

mas bara, kalo mau beli buku resepnya, aku bisa dapetin di mana?

gita

February, 18th 2010

buat nova, gue dapet bukunya di gramedia. kalo abis, coba ke toko buku gunung agung pim 1.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.