Apotek Dapur
April, 26th 2010 | by Bara Pattirajawane | 0
Jeruk nipis juga memiliki khasiat untuk melancarkan sumbatan akibat dahak pada tenggorokan yang mengakibatkan batuk.
Sewaktu saya menelepon teman beberapa hari lalu, dari suaranya saya bisa mendeteksi kalau ada sesuatu yang salah. "Loe sakit, ya?" saya tanya. "Iya, gue kayaknya kena flu, nih; kepala puyeng, hidung mampet, bersin-bersin, mulai batuk dan tubuh meriang." Saya langsung deja vu. Beberapa waktu sebelumnya saya juga mengalami apa yang sedang dihadapi teman saya. Iklim di Jakarta akhir-akhir ini memang lagi edan. Mendadak panas, mendadak hujan dengan cuaca naik-turun macam yo-yo. Enggak heran lah kalau berbagai kuman bebas merebak menclok kesana kemari. Waktu saya mulai sakit (dengan kondisi persis seperti teman saya tadi) saya sedang harus terbang ke Bali untuk sebuah acara off-air. Mau mundur sudah tidak mungkin karena sudah kontrak, mau dijalanin kok ya badan tidak sehat bersahabat begini. Mau ke dokter antara kepengen dan enggak. Kepengennya supaya dikasih obat terus cepet sembuh, enggak kepengennya karena saya lagi agak kurang suka mengkonsumsi berbagai macam obat-obatan farmasi yang kadang saya sendiri kurang jelas formulasinya apa dan efek-efek sampingnya. Akhirnya, saya memutuskan untuk mencoba pengobatan alternatif alami dengan berselancar di internet untuk mengumpulkan info-info tentang obat-obatan herbal. Setelah hampir 2 jam buka sana, buka sini saya menemukan beberapa resep tradisional dengan bahan-bahan alami untuk menyembuhkan gejala flu saya. Ada satu website (jujur saya lupa alamat website-nya yang mana) yang memberikan resep menyembuhkan flu dengan campuran bawang merah, bawang putih dan jahe. Hmm... saya pikir lucu juga untuk dicoba, hanya saya menambahkan kayumanis di dalam ramuan tersebut. Kemudian ada lagi resep untuk meringankan batuk, yang memang sebelum saya baca di internet sudah sering saya dengar keampuhannya, yaitu campuran jeruk nipis dan kecap manis, tapi belum pernah saya coba khasiatnya.
Anyway, saya akhirnya mencoba kedua resep tersebut 2 hari sebelum saya harus terbang ke Bali. Kedua resep herbal diatas saya konsumsi 4 kali sehari. Selain itu, saya juga meneguk madu murni. Hasilnya? Luar biasa! Pada hari saya menuju ke lapangan udara, badan saya sudah mulai berasa enteng, walau masih belum 100% pulih. Sesampainya di Bali terapi ramuan tradisionil ini saya rajin terapkan dan pada saat harus tampil di acara off-air, saya sudah lupa sama sekali kalau saya sedang flu. Bekerjanya ampuh sekali. Walau flu sudah sangat reda dan batuk berkurang, terapi minum 'jamu' ini saya teruskan sampai beberapa hari dan yang ada sekembalinya ke Jakarta (setelah liburan beberapa hari di Ubud) si flu yang menjengkelkan itu sudah entah pergi kemana.
Saya akhirnya menyarankan teman saya untuk mencoba terapi yang saya jalankan. "Rasanya seperti apa?" tanyanya dengan sedikit protes. "Ya kayak minum sup bawang lah" saya mencoba meyakinkan. Kita berdua sempet berdebat kecil (iya, sakit-sakit teman saya masih bisa debat) karena menurut dia obat dari apotik jauh lebih praktis, karena tinggal disobek bungkusnya dan di-glek dengan segelas air. Dengan semangat dan antusiasme super tinggi saya terus memberikan berbagai alasan mengapa mencoba ramuan tradisionil ini bisa sangat membantu. Antara lain, satu, karena bahan-bahannya alami dan semuanya ada di dapur, dua, kan ada pembantu yang bias diminta tolong kupas bawang dan mengirisnya dan tiga,tidak ada salahnya mencoba, kan? Saya sampai bilang "gue bikinin deh untuk elo, nanti asisten gue anterin ke rumah elo empat kali sehari." Saya menang. Teman saya akhirnya mau mencoba. Apa yang terjadi pasti sudah bisa ditebak. Dia sms menulis "my God, it really works, flu gue bener2 reda, thx dear!" Saya berasa seperti seorang dokter yang berhasil menyembuhkan salah satu pasiennya. Setelah saya melakukan sedikit penelitian (di internet juga) memang saya baca kalau bawang merah memiliki khasiat sebagai anti radang, menurunkan deman, mengencerkan dahak dan membunuh bakteri. Kalau bawang putih memiliki salah satu bahan kimia yang mampu membunuh bakteri dan virus dan memiliki efek menenangkan agar kita bisa tidur istirahat dengan enak. Jeruk nipis juga memiliki khasiat untuk melancarkan sumbatan akibat dahak pada tenggorokan yang mengakibatkan batuk. Sedangkan jahe, baik untuk menghangatkan tubuh.
Contoh saya diatas adalah dari bahan-bahan yang sangat sepele, bawang merah, bawang putih, jahe, jeruk nipis, tetapi sebenarnya, alam kita memiliki banyak sekali tanaman dan tumbuhan lainnya yang bisa berkhasiat untuk berbagai macam hal, jadi kelestariannya memang harus menjadi tanggung jawab kita semua.
Lets keep our environment clean for a healthy planet earth.
Resep Tradisional Untuk Flu
Iris tipis, 3 siung bawang putih, 3 siung bawang merah dan 1 ruas jempol jahe. Taruh dalam gelas, tambahkan 1 tangkai kayumanis. Didihkan air di panci, tuang dalam gelas, tutup gelas selama 15 menit, kemudian minum panas-panas, lanjutkan dengan meneguk 1 sdm madu murni.
Resep Tradisionil Untuk Batuk
Peras 2 buah jeruk nipis dalam gelas kecil. Tambahkan 2 sdm kecap manis, aduk rata lalu langsung ditenggak. Jangan diminum dengan perut kosong, karena bagi yang memiliki lambung yang sensitif bisa membuat nyeri perut.
Minum resep flu dan batuk ini 4 kali sehari. Resep diatas saya berikan hanya sebagai panduan penyembuhan secara alternative yang saya dapatkan melalui internet. Kegunaannya tolong menjadi tanggung jawab masing-masing yang ingin mencobanya ya.
Follow the writer on Twitter

0 Comments
Be the first to comment.