Desainer Kaki Karet
February, 2nd 2010 | by Syahmedi Dean | 0
Di mata fashion, merek ini dinilai telah melakukan fashion crime (tenaaang, it’s only fashion).
Pada suatu briefing koreografi untuk fashion show besar beberapa waktu lalu, sejumlah desainer fashion, tiga koreografer, dan tim sound director berkumpul di sebuah ruang di basement Jakarta Convention Center. Rata-rata setiap orang berpenampilan chic, aura khas ketika para desainer bertemu. Di antara mereka, ada seorang yang menarik perhatian saya. Ia mengenakan paduan senada polo shirt dan celana cokelat yang chic, plus sandal karet Crocs berwarna neon. Gubrak. Semangat pakaian dan alas kakinya tidak bertemu. Saya berpikir, mungkin pria desainer ini sedang sangat ingin kasual-slash-malas.
Apa yang salah dengan sandal karet super color ini? Nggak ada. Sandal ini berkesan riang gembira; melengkapi gairah anak-anak yang berlari ke sana kemari, menginjak-injak genangan air di taman, dan berjalan-jalan di tepian pantai berpasir. Jiwa anak-anak sangat kuat dalam citra sandal ini (Mal Pondok Indah melarang pemakaian sandal Crocs di eskalator. Menurut Google, ada medan elektrik yang bisa menarik kaki sehingga tersedot ke celah-celah metal eskalator. Di Wina, sandal ini dilarang masuk ruang ICU dan X-Ray).
Kalau kaki manusia dewasa seusia Brad Pitt dan Angelina Jolie beralaskan sandal ini, tentu sisi kanak-kanak mereka akan keluar. Kelihatannya tentu menyenangkan dan terkesan periang. Orang-orang akan memandang santai, tersenyum, dan menganggap tidak perlu memperhitungkan si kaki neon. Jika mereka mengenakan sandal ini ke tempat-tempat semi-formal atau malah formal, penilaian akan lebih tajam lagi. Di mata fashion, merek ini dinilai telah melakukan fashion crime (tenaaang, it’s only fashion).
Ketika memasukkan kata-kata kunci “fashion crime crocs dalam bar Google, ditemukan sedikitnya 40.700 hasil telusur. Mayoritas berisi kritik dan serangan pedas pencinta penampilan ideal beserta balasannya. Sementara, kalau dimasukkan kata “bahaya sandal crocs”, muncullah 543 hasil telusur berisi cerita-cerita ancaman sandal, mulai dari alas karet gosong sampai jari-jari kaki anak kecil hilang dijepit eskalator. Hasil perolehan yang sangat tinggi di penelusuran fashion crime tentu tergolong memprihatinkan.
Times menjuluki sandal ini sebagai The Most Non-elegant Shoes in the World. Malah ada blog unik, I Hate Crocs Dot Com, yang isinya penuh makian orang-orang yang tersinggung karena kebebasannya mengenakan Crocs diusili serta orang yang ujung-ujungnya jualan t-shirt bergambar Crocs dan gunting. Motto blog ini adalah “dedicated for the elimination of Crocs and those who think that their excuses for wearing them are viable”. Ironisnya, sandal ini dinilai cukup ergonomis, mengurangi kelelahan kaki ketika berdiri dan berjalan, ringan, mudah dipakai dan dilepaskan, serta mudah dibersihkan. Saya kembali memandangi desainer muda bersandal karet di depan saya, “Ide apa yang telah melintas di kepalanya?”




0 Comments
Be the first to comment.