STYLE CONONDRUM

Tergila-gila Gaya Band

February, 2nd 2010 |  by  Syahmedi Dean  | 0

Selain penggemar bisa menikmati karya audionya, musisi juga menguasai penggemar secara visual.

img

//Hanya kamu yang bisa/membuat aku jadi tergila-gila/membuat aku jatuh cinta/karena/tak ada yang lain sepertimu//. Begitu syair salah satu lagu band Tiket. Grup-grup band semacam ini kini menguasai udara Indonesia. Hampir di setiap stasiun televisi, dari pagi hingga tengah malam, mereka berkibar. Apalagi, sejak krisis melanda, minimnya budget untuk memproduksi bermacam acara membuat kemampuan stasiun televisi hanya memperbanyak acara musik, murah, cepat, dan banyak pemirsanya. Ini kesempatan besar buat para musisi meluluhlantakkan panggung tontonan; beradu musik dan penampilan.

Untungnya, penampilan personel band-band itu rata-rata sudah menarik dan peduli fashion (sesuai karakter mereka tentunya). “Saat ini, banyak band yang keren-keren secara fashion. Mereka bergaya dengan koordinasi pakaian yang asyik banget. Fenomena ini ditandai setelah selesainya era Sheila On 7,” ujar Ichwan H Thoha, desainer fashion yang sering menangani penampilan musisi. Ichwan menyebutkan tiga nama grup yang menurutnya sangat istimewa; The Changcuter, Samsons, dan Tangga.

Memang, ketiganya selalu menarik saat berperforma. Terutama, The Changcuter yang berhasil dibicarakan tidak hanya musik, tapi juga penampilan mereka. The Changcuter kerap mengenakan setelan jaket ala klasik brit pop (gaya berpakaian anak muda Inggris era '60-an dan '70-an). Ini tentu strategi penembusan ke hati penggemar dari dua arah: audio dan visual. Selain penggemar bisa menikmati karya audionya, musisi juga menguasai penggemar secara visual. Sebagian besar ingatan manusia berada dalam memori visual. Jadi, ketika mengenang sesuatu, orang akan lebih dulu mengingat kejadian dalam bentuk visual. Coba kalau saya sebutkan nama-nama The Beatles, The Rolling Stones, Madonna, Pussy Cat Dolls, dan Rihanna. Apa yang langsung terlintas di benak Anda? Visual.

Berdasarkan hal ini, ada baiknya jika musisi berkreasi tidak hanya mengandalkan musik saja. Perlu juga dipertimbangkan penampilan yang terencana berkelas “the star”. Sehingga, tidak terlindas dan dilupakan dunia nantinya. Apa yang para musisi perlukan? Stylist. Sekarang, banyak anak muda (di Jakarta dan Bandung) punya skill untuk menangani penampilan public figure. Mereka bisa ditemukan dari mulut ke mulut, dari orang-orang majalah, juga dari anak-anak sekolah fashion. Mumpung televisi sedang memanjakan musik sebagai tayangan segala jam, segeralah benahi penampilan ketika manggung. Banyak orang menonton televisi; di kantor, bis, lobi gedung, atau gerai tertentu; tanpa mendengarkan audionya. Sambil menunggu, mereka tetap memperhatikan visual di televisi. Bagaimana kalau yang di visual tidak menarik? Bye bye.

//Pernah aku mencoba/berpaling dengan makhluk indah lainnya/namun tak pernah kurasakan/bila seindah bercintaku denganmu//, itulah syair penutup dari Tiket. Apakah Tiket sudah mencapai gaya penampilan yang tak terlupakan? Belum. Mereka keren, tapi belum istimewa.

Bookmark and Share

0 Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.