WIMAR SAYS

Arman dan Ken Arok

February, 2nd 2010 |  by  Wimar Witoelar  | 0

Banyak orang yang lancung alias bohong sekian kali, korupsi, dan menipu, tapi tetap bisa menjadi wakil rakyat

img

Semua hal penting bisa diterangkan lebih jelas dalam bentuk cerita. Daripada menulis Curriculum Vitae lengkap, buatlah The Story of My Life yang bisa dinyanyikan dalam tiga menit. Di SMP, Arman susah sekali menghafal kejadian sejarah dan tanggal-tanggalnya. Seperti, siapa Ken Arok, lahir tanggal berapa, berkuasa tanggal berapa? Baru selesai hafal, muncul nama lain; Ken Dedes. Arman yang berusia 12 itu bingung, siapa lagi, nih, orang satu? Akhirnya, dia switch off dan mendapat nilai 4 untuk Sejarah. Untung nilainya tinggi di Matematika dan Fisika. Jadi, dia naik kelas. 

Di SMA datang guru Pak Rahardjono yang datang tanpa catatan. Aneh juga, pikir Arman, pelajaran sejarah kok tidak disuruh menghafalkan tanggal? Kata Pak Guru, kalau mau tahu tanggal, lihat saja di Wikipedia. Dia mau bercerita saja, katanya. Dan, mulailah Pak Guru cerita mengenai Ken Arok. Arman kaget, "Wah, ini yang gue disuruh hafalin tanggal lahirnya. Males dengerin ah." Tapi, begitu Pak Rahardjono memasuki cerita, Arman seakan terhipnotis. Menurut Pak Rahardjono, Ken Arok adalah putra Dewa Brahma hasil selingkuh dengan wanita bernama Ken Ndok. Rupanya semua nama menggunakan "Ken" waktu itu. Gila, macam infotainment pakai selingkuhan segala. Karena malu punya anak tidak sah, ibunya membuang Ken Arok ke tempat sepi. Tapi, kemudian ditemukan oleh seorang pencuri bernama Lembong. Lalu, cerita semakin seru. Tapi, Arman mengantuk karena baru main bola. Dia bangun waktu adegan seru Ken Arok membunuh Raja Tumapel bernama Tunggul Ametung saat sang raja tidur. Entah bagaimana, dengan spin yang luar biasa, dia bisa jadi raja. Bukan hanya itu, malah dia menikahi Ken Dedes istrinya Tunggul Ametung, dan menjadi raja Jawa yang besar. Tikam-menikam seperti cerita politik hari ini.

Arman tidak disuruh menghafal tanggal dan tahun. Tapi, dia mencari sendiri di Wikipedia dan sumber lain di internet. Dari Matematika dan Fisika, dia jadi berminat pada sejarah. Hanya saja, tekanan sosial menggiring dia ke ITB dan sejarah menjadi minat di luar profesi. Semua karena cerita lebih berbicara dari fakta sejarah. Sejarah dunia penuh cerita yang menjadi bahan subur untuk buku dan film Hollywood. A picture is worth a thousand words, but a story is worth a thousand pictures.

Ilmuwan komunikasi mengatakan, cerita itu ada macam-macam. Bukan saja dari seru-tidaknya, tapi dari kekuatannya untuk menyampaikan pesan. Katanya, cerita menjadi kuat kalau dia benar. A great story is true. Kuat kalau dia konsisten dan otentik. Hari ini, TV ramai dengan berbagai cerita. Selalu ada cerita seru muncul bergantian. Tapi, yang berdampak jangka panjang adalah cerita yang bisa dipercaya. Kepercayaan adalah resource yang langka. Kata pepatah zaman dulu, sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak percaya. Kelihatannya pepatah itu tidak berlaku lagi. Banyak orang yang lancung alias bohong sekian kali, korupsi, menipu, tapi tetap bisa menjadi wakil rakyat. Bagian-bagian media bisa tersangkut agenda politik dan dibeli uang besar. Tapi, di akhir cerita kita, saya yakin bahwa yang benar akan dipercaya. Pembaca dan konsumen media punya kejelian untuk mencium inkonsistensi. 

Bagaimanapun, semua bisa disampaikan dalam suatu cerita. Kalau tidak, dia kurang punya relevansi. Seperti dongeng anak-anak yang diceriterakan pada Arman waktu kecil, yang bagus adalah cerita yang membuat anak mengerti pesan yang dikandung. Atau paling tidak mengundang pertanyaan, "So, what is the message?" Belum Arman temukan, apa pesan yang terkandung dalam cerita Ken Arok. Bahwa kekuasaan adalah segalanya, dan bisa diraih dengan kesungguhan, kelicikan, dan keris sakti? Harusnya ada pesan yang lebih berguna dari itu.

Bookmark and Share

0 Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.