WIMAR SAYS

Mana yang Penting dan Mana yang Kurang Penting

November, 30th 2010 |  by  Wimar Witoelar  | 1

Keluarga dan teman dekat adalah sosok yang sebenarnya sangat penting dalam hidup kita.

img

Orang sering bertanya, apa yang membuat kita bahagia? Ada lagu “My Favorite Things” dari musikal klasik The Sound of Music dengan pembukaan seperti ini. Raindrops on roses and whiskers on kittens/ Bright copper kettles and warm woolen mittens/ Brown paper packages tied up with strings/ These are a few of my favorite things.

Sangat romantis memang, tapi benar juga bahwa kita bisa disenangkan oleh beberapa hal kecil, sehingga urusan besar dan banyak bisa tunduk pada suasana keceriaan yang dibentuk oleh hal-hal kecil itu. Beberapa hal yang penting itu menentukan sekian banyak hal yang kurang penting.

Prinsip ini pernah ditelaah dalam bidang manajemen dan ekonomi, dan dinamakan Hukum Pareto, menghormati ekonom berkebangsaaan Italia di akhir 1800-an menyatakan bahwa 80% tanah di Italia dimiliki 20% penduduk. Ini merupakan isyarat pertama untuk suatu fakta sosio-ekonomis yang kelihatannya berlaku dimana-mana. Di Indonesia, kita bisa merasakan bahwa 90% aset finansial di Indonesia dimiliki 10% penduduk, bahkan angka itu mungkin lebih kecil lagi.

Lebih teknis tapi masih bersifat umum, hukum Pareto menyatakan bahwa 80% tujuan kita tercapai oleh 20% sumber daya yang ada dalam kekuasaan kita. Sebaliknya, ini berarti bahwa orang menghabiskan 80% sumber daya—waktu, tenaga, uang—untuk mengejar hal yang hanya mendatangkan 20% kepuasan. Bisa ditambahkan lagi, biaya untuk meningkatkan hasil dari 80% menjadi 100% adalah empat kali biaya yang meningkatkan hasil dari 0% menjadi 80%. Artinya, kita jangan memaksa mendapat hasil tertinggi karena usaha mencapai 100% itu besar sekali.

Angka-angka menarik yang membuktikan hukum Pareto:
Di Inggris, 6% peminum cola menghabiskan 60% yang tersedia
Sekitar 60% percakapan telepon jarak jauh di Amerika Serikat dilakukan 3% langganan telepon.
Sebanyak 10% nasabah ritel bank mendatangkan 90% profit.
Hanya 5% baris programming code diperlukan untuk menjalankan suatu aplikasi. Sekitar 95% disediakan untuk menghadapi hal luar biasa dan kestabilan.
UNDP pernah mengeluarkan angka 8 tahun yang lalu mengenai distribusi GDP di dunia yang membuat orang merinding: 20% negara di dunia menguasai 82.70% pendapatan dunia.

Apa hubungannya dengan kehidupan sehari-hari? Lepaskanlah beberapa cita-cita agar tidak kehilangan semua yang penting. Kalau kita mengenai faktor strategis yang terpenting, kita bisa melupakan hal yang tidak penting.

Banyak sekali manfaat hukum Pareto untuk keseharian kita. Paling tidak, membuat kita berpikir dan membantu melihat hal yang terasa rumit ternyata tidaklah serumit yang kita pikirkan. Katakanlah kita menghadapi banyak sekali persoalan, mau ini repot mau itu repot. Dikerjakan semua, tidak ada yang beres. Akhirnya tidak ada yang dikerjakan tuntas, dan kita turun semangat. Menghadapi keadaan semacam ini, bagus kita ingat bahwa 80% urusan kita itu tidak terlalu penting dibandingkan yang 20%.

Kalau kita bereskan yang 20% saja, lumayan urusan yang paling penting terselesaikan, dan sisanya yang 80% bisa diselesaikan dengan santai. Kalaupun tidak beres, tidak akan mengganggu secara keseluruhan karena yang paling pokok sudah ditangani, yaitu yang 20% itu. Ini penerapan Pareto Optimal (Inggris) atau ‘Optimal Pareto’ (Indonesia).

Menangani hubungan pertemanan, lebih penting kita mengurus 20% hubungan yang paling berarti dibandingkan mencoba menjaga semuanya. Orang punya 5.000 teman di Facebook, tidak mungkin mendampingi semuanya. Ada 20% sudah bagus. Kita punya ratusan orang dalam hidup kita, semuanya terasa penting tapi yang perlu perhatian khusus adalah keluarga dan teman dekat yang sudah sekian lama menjadi bagian dari hidup kita.

Saya ingat presentasi marketing di IBM yang dikutip hasil penelitian bahwa membangun relasi dengan klien baru memerlukan biaya 12 kali memelihara hubungan dengan klien lama. Terlihat borosnya kalau kita perlu mengurus semuanya, belum lagi hubungan dengan keluarga dan teman dekat berantakan karena kita tidak sempat memberi perhatian yang wajar.

Dalam keuangan pribadi, kita harus mencatat pengeluaran kita secara cermat, tapi tidak usah sampai angka kecil rupiah. Cukup yang paling strategis, yang mendekati Pareto Optimal. Dalam investasi di pasar modal, tidak perlu kita mengikuti semua sekuritas kecuali bila kita pialang saham. Ambil saja 20% yang mewakili nilai 80%.

Follow the writer on twitter

1 Comments

Sava

March, 22nd 2012

Selalu berkata jujur dan paatnng menyerah, walaupun sering melakukan kesalahan tapi tak pernah malu untuk meminta maaf dan terus berusaha untuk bisa menjadi lebih baik.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.