Tiffy Banget, Sih
May, 11th 2011 | by Wimar Witoelar
Katanya, brand itu bukan sekadar nama atau logo. Tapi segala ekspektasi, memori, cerita, dan hubungan-hubungan yang terkumpul lalu memengaruhi sikap dan tindakan kita.
Terbaca di timeline Twitter, tapi tidak jelas apa maksudnya. Tergantung dari kesan kita terhadap orang yang dimaksud dengan "Tiffy". Tidak fair kalau kita menafsirkan apa yang dimaksud dengan "ke-tiffy-an", tapi orang yang menjadi inspirasi itu mempunyai lebih dari 200.000 followers di Twitter, boleh dibilang juara di kalangan orang politik. Wajar kalau dia terkenal. Tapi, belum tentu juga orang dengan ratusan ribu followers menjadi brand ...Read More
